RADAR JOGJA – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIJ lakukan sidak. Terhadap pembangunan infrastruktur rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Pijenan-Kamijoro.

“Hasil pemantauan, secara garis besar sudah (rampung,) 70 persen. Tapi kami lihat cara mengerjakannya kurang pas,” sebut Wakil Ketua Komisi C DPRD DIJ, Gimmy Rusdin Sinaga diwawancarai sela sidak di Bendung Ngancar, Padukuhan Mangir, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul Senin (4/10).

Komisi C mendesak proyek yang menelan dana sekitar Rp 13 miliar itu segera rampung. Maksimal, rampungnya proyek sesuai target pada 26 November mendatang. “Komisi C mendorong agar ini selesai sebelum target. Katanya 26 November selesai, masih 1,5 bulan,” ujarnya.
Ditegaskan, Komisi C akan kembali lakukan sidak terhadap pengerjaan. Guna memastikan proyek segera rampung. “Kami akan ke sini lagi. Karena saya lihat ini darurat,” cetusnya.

Ditekankan, infrastruktur yang dikerjakan sejak bulan Juni itu merupakan proyek strategis nasional. Kaitannya untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Bantul maupun Kulonprogo. Selain itu, Gimmy mengkhawatirkan cuaca yang mulai masuk musim penghujan.

Luapan air dapat terjadi saat curah hujan tinggi. Padahal Bantul berada di wilayah hilir yang rawan. Sehingga diharapkan pelaksana bergegas menyelesaikan proyek. “Ini sebetulnya sudah musim hujan, tapi mungkin Tuhan mengatur agar ini rampung dulu. Kalau hujan sudah repot ini. Saya minta ke pelaksana agar segera dicepatkan. Misalnya dikerjakan di double pekerjaannya,” ucapnya.

Politisi PDIP itu juga mengkritisi pembangunan. Lantaran bangunan dan pengerjaan proyek dinilainya kurang cekatan. Seperti kerapian bangunan yang kurang. Serta pengerjaan yang lamban. “Kami dari Komisi C banyak yang pemborong. Saya lihat, cara mengerjakannya tidak beres,” ketusnya.
Pelaksana Proyek, Dwi Purwanto mengakui kekurangannya dalam mengerjakan rehabilitasi jaringan irigadi DI Pijenan-Kamijoro. “Koreksi banyak, terutama di pasangan kurang maksimal, finishing, serta percepatan pelaksanaan,” bebernya.

Kendala yang dihadapainya dalam pengerjaan adalah sumber daya manusia (SDM) yang tidak mumpuni. Lantaran dia mempekerjakan warga sekitar proyek yang tidak ahli. “Kendala, cuma di masyarakat. Seperti tenaga kerja yang sebagian harus dari mereka. Tapi mereka kurang ahli di bidangnya,” jelasnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PUP-ESDM DIJ Tito Asung Kumoro Wicaksono menambahkan , proyek terdiri dari pembangunan infrastruktur pada enam titik. Pertama, saluran primer Kamijoro sepanjang 1.379 meter. Kedua, saluran primer Siyangan sepanjang 574 meter. Ketiga, pembangunan Kolam Olak, dinding penahan tanah dan endsill Bendung Ngancar. Keempat, pembangunan mainhole di atas saluran Terowongan Kamijoro. Kelima, rehabilitasi gorong-gorong di Sanden. Terakhir, pemasangan pintu air Bendung Gunung Kunci. “Target 26 November dengan masa pemeliharaan selama 180 hari kalender,” jabarnya. (fat/pra)

Bantul