RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai suntikkan vaksin Covid-19 pada siswa SD. Sebanyak 5.526 berusia 12 tahun masuk dalam daftar.

“Saat ini sudah berproses. Pelaksanaan (vaksinasi bagi siswa SD, Red) sudah dilakukan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko diwawancarai usai pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Gedung Induk Kompleks Parasamya Bantul kemarin (28/9).
Kendati begitu, Isdarmoko tidak menyebutkan SD mana saja yang siswanya sudah divaksin. “Karena lewat puskesmas ya,” bebernya.

Vaksinasi terhadap SD bertujuan untuk meningkatkan imunitas siswa. Terlebih saat ini, siswa telah melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Sulitnya siswa mendapat kuota vaksin dalam pendaftaran online, turut mendorong Disdikpora Bantul memberikan fasiltas. “Siswa didaftarkan dari sekolah, kemudian kami koordinasikan dengan puskesmas,” jelasnya.

Dipaparkan, tidak ada ketentuan dari Kemendikbud Ristek yang mewajibkan siswa SD usia 12 tahun wajib vaksin. Tapi Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Hamengku Buwono X menyampaikan, bahwasannya PTMT harus digelar dengan kehati-hatian. “Sehingga vaksin menjadi syarat. Namun, untuk yang di bawah 12 tahun belum ada ketentuannya,” ucapnya.

Isdarmoko menyebut, ada lebih dari 70 ribu siswa SD di Bumi Projotamansari. Jadi jumlah siswa SD yang masuk daftar wajib vaksin sebenarnya kecil. Namun, langkah ini dapat dinilai sebagai upaya antisipasi.
“Apakah nanti ada vaksin untuk anak di bawah 12 tahun. Kami tidak tahu, itu dari Kemenkes,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, Pemkab Bantul terus melakukan evaluasi terkait PTMT. Menurut pengamatannya, PTMT berjalan dengan baik. “PTMT sedang kami evaluasi, kan sudah berjalan. Sampai hari ini belum ada masalah, semua lancar. Karena tren (paparan Covid-19, Red) juga menurun,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul