RADAR JOGJA – Homestay diharapkan dapat jadi sarana edukasi pengenalan. Dalam menularkan budaya dan tata nilai masyarakat DIJ kepada wisatawan. Sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga budaya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata DIJ GKR Bendara membeberkan obrolannya bersama bersama sang ayah yang sekaligus Raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10. Obrolan itu menyinggung situasi sekitar 30 sampai 40 tahun lalu. Di mana banyak mahasiswa yang datang dari luar provinsi untuk kuliah di Jogja. ”Mereka ngekos di rumah warga. Sehingga mereka juga teredukasi tentang unggah-ungguh dan sejarah Jogja,” tuturnya pekan lalu.

Situasi kini berubah. Usaha kos di DIJ berkembang, namun pemilik kos sudah jarang melakukan pendampingan. Oleh sebab itu, GKR Bendara berharap tumbuh sarana baru dalam hal edukasi budaya dan tata nilai DIJ. ”Harapannya, homestay yang mengambil peran itu,” cetusnya.

Jadi wisatawan yang berkunjung ke DIJ lantas menginap di homestay, mendapat pengetahuan baru. Tidak hanya sekadar pulang dari ke daerah asalnya dan menjabarkan berbagai objek wisata yang ada di DIJ saja. ”Tapi
juga tahu, bagaimana unggahungguh dan sejarah Mataram, Bantul, dan DIJ melalui dari homestay,” ujarnya.

Hal itu sangat dimungkinkan, lantaran wisatawan dapat melihat sendiri pola hidup yang nyata dari warga DIJ. Seperti sikap ramah, sopan, santun, dan cara
warga DIJ mempertahankan nilai-nilai leluhurnya. ”Itu memang bisa dipromosikan melalui homestay. Harapannya wisatawan yang berkunjung ke DIJ bukan hanya update Instagram, tapi ilmunya juga,” jelasnya.

Hal itu sejalan dengan program Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul. Dinpar menggalakkan sertifikasi homestay untuk merambah wisatawan internasional. ”Kami memiliki program mulai 2022 untuk merintis pengembangan homestay,” beber Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo.

Munculnya ide pengembangan homestay, lantaran di Bumi Projotamansari hanya terdapat dua hotel. Sementara itu, terdapat sekitar 306 homestay dengan
1.500 kamar di Bantul. Selanjutnya diharapkan, sertifikasi homestay dapat sekaligus dipandang sebagai persiapan. (fat/pra)

Bantul