RADAR JOGJA – Pemkab Bantul usulkan anggaran sebesar Rp 303 miliar. Dalam pemanfaatan Dana Keistimewaan (Danais) DIJ tahun anggaran 2023. Pemugaran jadi sektor yang direncanakan menelan dana paling banyak.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Isa Budi Hartomo menuturkan, pemkab mengusulkan pemugaran makam mantan Bupati Bantul. Tujuannya, untuk memuliakan leluhur. “Makam lain yang ada kaitannya dengan sejarah Bantul juga akan kami pugar,” ucapnya, kemarin (23/9).

Pemkab Bantul, kata dia, ingin mengekspos arsitektur DIJ. Sehingga mengajukan pemugaran dalam pemanfaatan Danais DIJ 2023. Beda dengan APBD, penganggaran Danais dilakukan dua tahun sebelumnya.

Kendati begitu, Isa mengaku tidak hafal jumlah pasti besaran dana yang diusulkan untuk pemugaran.
“Total usulan Rp 303 miliar, kalau eceran (masing-masing sektor, Red) nggak hafal,” ujarnya.

Isa pun menjabarkan, pemugaran berkaitan dengan peninggalan dan manfaat ekonomi.  Pemugaran pun dinilai sebagai investasi. Selain peninggalan terawatt dan keberlanjutan, juga bermanfaat untuk ekonomi. Lokasi pemugaran yang diusulkan pun beriring dengan sumbu filosofi DIJ. Ditambah dengan lokasi bersejarah di kawasan Bumi Projotamansari. “Imogiri dan Pleret kami usulkan. Peninggalan lain juga kami usulkan, seperti di Selarong, Masjid Pathok Negoro, Masjid Agung,” sebutnya.

Sementara terkait pemanfaatan Danais di sektor atraksi seni budaya, Isa mengaku tetap akan mempertahankan. Sebab sektor ini dinilai cukup signifikan dalam rangka pembinaan Keistimewaan DIJ. “Itu juga jalur pembinaan, tapi itu bukan holistik. Kami masih harus terus memperbaiki,” paparnya.

Sedang Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, usulan pemanfaatan Danais DIJ harus dilakukan dua tahun sebelum pelaksanaan. “Usulannya harus dilakukan dua tahun sebelum pelaksanaan harus sudah masuk usulannya,” bebernya.

Dalam pengusulan pemanfaatan, terdapat 11 arahan dari Gubernur DIJ. Guna mengampu empat kewenangan Keistimewaan DIJ, yaitu masalah kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, dan tata ruang. “Ini diampu oleh banyak OPD, bukan hanya dinas kebudayaan saja. Tapi bahkan dinas tata ruang, koperasi, pendidikan, dan pertanian, dan sebagainya,” tandasnya. (fat/pra)

Bantul