RADAR JOGJA –Pemkab Bantul belum menutup selter yang dikelolanya. Kendati lima selter milik Pemkab sudah kosong dan tidak menerima pasien baru.

“Kami tunggu bulan ini selesai,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis diwawancarai usai Rapat Paripurna DPRD Bantul Senin (20/9).

Helmi membenarkan, selter yang dikelaola Pemkab Bantul sudah kosong. Lima selter itu terdiri dari selter Niten, Patmasuri, Semaul, eks Pyramid, dan selter yang disediakan oleh Dit Polairud Polda DIJ. “Kami belum menutup selter yang kami kelola. Tapi kondisi saat ini kosong,” sebutnya.

Meski demikian, tenaga kesehatan (nakes) dan administrasi di selter kabupaten telah ditarik. Mereka diberdayakan dalam percepatan vaksinasi Covid-19. Sementara tenaga kebersihan dan keamanan tetap disiagakan di selter. “Tenaga kebersihan dan keamanan masih kami manfaatkan untuk menjaga sampai keputusan (penutupan selter, Red) ditetapkan,” jelasnya.

Untuk itu, Pemkab Bantul tidak lagi melayani pasien baru untuk isolasi di selter kabupaten. Lantaran pasien diarahkan untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro. “Pasien tidak (menerima lagi, Red), yang membutuhkan kami pusatkan ke RSLKC,” ucapnya.

Helmi juga memperkenankan selter kalurahan untuk ditutup. Bila tidak ada lagi pasien yang dirawat di selter tersebut. “Kalurahan boleh tutup kalau memang sudah tidak ada pasien yang harus dirawat. Berarti fleksibel,” cetusnya.

Staf Ulu-ulu sekaligus Ketua FPRB Kalurahan Tamanan, Hika Raya bahkan menyebut penutupan selter kalurahannya sudah dilakukan sejak minggu lalu. Sebab selter dengan kapasitas 12 pasien itu sudah kosong selama beberapa bulan. “Kami memutuskan ditutup, sudah lama tidak terpakai. Selter kabupaten juga dekat. Kebanyakan warga juga pada takut karena sendiri. Jadi memilih untuk isoman,” ungkapnya.

Pria 42 tahun ini juga mengatakan, penutupan berdasar kesepakatan Satgas Penanganan Covid-19 dan Lurah Tamanan. Selanjutnya, fasilitas penunjang selter sementara waktu disimpan. Menunggu instruksi lanjutan dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul. “Belum ada instruksi selanjutnya, surat resmi penutupan belum kami terima,” paparnya. (fat/pra)

Bantul