RADAR JOGJA – Antusiasme wisatawan untuk dapat kembali berkunjung ke Pantai Parangtritis tinggi. Terbukti dengan adanya penyekatan oleh petugas gabungan, wisatawan tetap menemukan jalan untuk bisa masuk. Bahkan jalan terjal dan membahayakan tetap ditempuhnya.

Radar Jogja berhasil mewawancarai salah seorang wisatawan yang nekat ke Pantai Parangtritis. Pemuda 23 tahun ini enggan menyebut namanya. Namun, dia mengaku bangga bisa masuk ke objek wisata (obwis) Pantai Parangtritis. “Bisa sampai ke Pantai Parangtritis butuh perjuangan,” ucapnya, saat ditemui tengah berswafoto di depan ikon Pantai Parangtritis, kemarin (19/9).

Pemuda ini datang bersama seorang temannya. Mereka mengendarai sepeda motor dari Pati, Jawa Tengah. Memasuki jalan Parangtritis, tepatnya dekat Jembatan Kretek, Bantul, jalanan macet. Setelah melewati jembatan, pemuda yang baru lulus bangku kuliah ini dihadang petugas gabungan, sehingga terpaksa mengarahkan kendaraannya melalui Pundong.

Tak habis akal, pemuda yang saat ditemui mengenakan jaket biru itu pun pilih mencoba peruntungan lewat jalan tikus. “Lewat Gua Jepang, karena harus melewati jalan tikus kan. Terus ngelantur, saya tanya warga,” jelasnya.

Seorang bapak yang ditemuinya bersedia membantu menunjukkan jalan menuju Pantai Parangtritis secara suka rela. Tapi, jalan yang harus dilewati oleh pemuda ini sangat berbahaya. Lantaran terjal dan menukik ke bawah. “Jalannya benar-benar jelek. Terjal. Menantang maut. Alhamdulillah bisa selamat sampai sini,” ujarnya.

Pemuda yang sudah lima kali ke Jogja ini turut mengungkap, melihat beberapa kendaraan lain. Mayoritas adalah mobil yang juga melalui jalan yang sama dengannya. “Jalan yang aku lewati itu banyak juga mobil yang lewat dan arahnya sama, ke Parangtritis,” sebutnya.

Terpisah, Koordinator UKP Parangtritis Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Suranta turut mengungkap, saat ini wisatawan mulai paham. Terkait celah pencegatan petugas menuju Pantai Parangtritis. “Pengunjung sudah tahu triknya,” cetusnya.

Sebagian besar wisatawan asal luar DIJ memacu kendaraan agar sampai di Pantai Parangtritis sebelum pukul 08.00. Lantaran penyekatan oleh petugas dilakukan pukul 08.00-18.00. “Biasanya pengunjung datang malam atau pagi. Kemarin pagi mobil banyak, kalau dari jauh masuk mulai pukul 03.00. Tadi pagi (kemarin, Red) yang masuk mungkin ada 50 lebih,” bebernya.

Kasatlantas Polres Bantul AKP Gunawan pun membenarkan, sebagian besar wisatawan yang ingin berkunjung ke Pantai Parangtritis berasal dari luar DIJ. Untuk itu disiagakan petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pariwisata (Dinpar), dan Satpol PP Bantul.

Mereka berjaga di jalan utama akses menuju Pantai Parangtritis untuk menghalau wisatawan. “Kami nggak hitung, tapi banyak bus yang sudah kami tolak, kebanyakan dari luar kota. Jalan tikus sebetulnya juga ada (penyekatan, Red). Tapi kami konsentrasikan di jalan utama,” tandasnya. (fat/laz)

Bantul