RADAR JOGJA – Akibat korsleting listrik, sebuah ruko kelontong di Padukuhan Gaten, Trirenggo, Bantul terlalap api. Tidak terdapat korban jiwa, tapi korban didera kerugian setidaknya Rp 500 juta.

Kasubag Humas Polres Bantul IPTU Maryoto membenarkan, adanya kejadian kebakaran di Ruko Kelontong EDIM. Berdasar keterangan, lalapan api berasal dari korsleting listrik dari mesin pendingin. “Api pertama kali diketahui oleh saksi bernama Iim Arsoni,” bebernya Kamis (9/9).

Titik api mulai mulai diketahui menyebar sekira pukul 05.30 oleh pelajar 18 tahun itu. Ketika itu, Iim berada di lantai dua rumahnya dan melihat kepulan asap. Dia lantas mengecek asal kepulan asap. “Didapati, adanya api di ruko sebelah rumahnya,” ujarnya.

Selanjutnya Iim membangunkan ayahnya yang sekaligus pemilik ruko, Suwarsono. Selain itu, Iim membangungkan empat anggota keluarganya yang lain, Baik yang tengah tidur di lantai satu dan dua rumahnya. “Pemilik toko beserta keluarga menyelamatkan diri melewati pintu belakang dengan cara menjebol,” paparnya.

Suwarsono lantas minta tolong kepada warga sekitar. Pria 52 tahun itu kemudian meminta bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar) Bantul dan Polsek Bantul. “Dalam kejadian kebakaran ini, dari petugas pemadam kebakaran mengerahkan enam unit mobil pemadam,” sebutnya.

Kejadian ini tidak mengakibatkan korban jiwa. Namun, kebakaran membuat Warsono mengalami kerugian, setidaknya Rp 500 juta. Akibat dagangan di ruko miliknya habis terlalap api. “Tidak ada korban jiwa, tapi Pak Warsono selaku pemilik warung menderita kerugian Rp 500 juta,” jelasya.

Ditemui di lokasi, Warsono enggan memberi keterangan. Lantaran dirinya masih syok dengan kejadian yang menimpanya. “Saya masih pusing,” ucapnya. (fat/pra)

Bantul