RADAR JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul alihkan penggunaan dana droping air bersih. Anggaran senilai Rp 40 juta itu tidak terpakai sampai Agustus 2021. Sementara memasuki September, terprediksi adanya ancaman bencana hidrometeorologi.

“Jadi anggaran Rp 40 juta itu kami akan alihkan ke bencana hidrometeorologi,” ungkap Plt Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto kepada Radar Jogja Selasa (1/9).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di 2021 semakin tinggi. Potensi ancaman bencana hidrometeorologi paling tinggi terjadi pada September dan Oktober. Sehingga dana droping air dinilai tepat untuk dialihkan. “Jadi biar dana yang dialokasikan untuk kekeringan, kami drop untuk bencana hujan. Rp 40 juta masih utuh,” sebutnya.

Utuhnya anggaran droping air dikarenakan sampai akhir Agustus tidak ada permintaan. Hal ini diakibatkan oleh musim kemarau basah tahun 2021. Di mana hujan masih turun saat musim kemarau. “Tahun 2021 termasuk kemarau basah. Ada hujan,” paparnya.

Kawasan di Bantul yang kerap mengalami kekeringan adalah Piyungan, Dlingo, Pleret, Pundong, dan Imogiri. Lima wilayah tersebut biasanya kekeringan parah. Tapi tahun ini, kelima wilayah tersebut tidak mengajukan permintaan droping air. “Semoga selama pandemi ini, semua baik-baik saja,” harapnya.

Terpisah, Lurah Wukirsari, Imogiri, Bantul, Susilo Hapsoro mengaku tetap memaksimalkan dana kekeringan yang dianggarkan oleh kalurahannya. Anggaran kekeringan digunakan oleh Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Wukirsari untuk biaya perawatan. Selain itu, mengembangkan mitigasi kekeringan. “Kami anggarkan sesuai rencana anggaran biaya kegiatan kalurahan (RABK), umpama membeli perpipaan dan mesin, kan mesin ada yang harganya Rp 25 juta,” bebernya.

Sementara untuk mitigasi kebencanaan hidrometeorologi, Pemkal Wukirsari pun telah memberi anggaran terpisah. Di mana anggaran tersebut, salah satunya pun mendapat dukungan dari BPBD Bantul. “Karena dana (kekeringan, Red) sudah dimaksimalkan untuk penanganan. Untuk bencana lainnya, kami menganggarkan di bidang kedaruratan dan kebencanaan untuk situasi mendadak. Persiapan hidrometeorologi sudah ada. Dengan support dari BPBD,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul