RADAR JOGJA – Ayah korban sate sianida di Bantul, Bandiman siap memberi kesaksian pada sidang kasus sate sianida. Setelah tahu berkas kasus sate sianida dengan tersangka Nani Aprilliani Nurjaman sudah diterima dan dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul.

“Saya berharap tersangka dihukum setimpal. Termasuk orang lain yang terlibat dalam kasus sate sianida,” tegas Bandiman dihubungi Radar Jogja Kamis (26/8).Ditegaskan pula, Bandiman tak akan tinggal diam. Bila tes kejiwaan yang dilakoni Nani dapat meringankan hukuman. “Tidak diinginkan (hukuman diperingan, Red). Karena kami berharap tersangka dan yang turut andil dihukum,” ucapnya.

Karena itu, Bandiman dan keluarganya berharap segera mendapat panggilan. Untuk dapat bersaksi di muka pengadilan dalam kasus yang merenggut nyawa anak bungsunya berusia 10 tahun, Naba Faiz Prasetya. “Masih belum ada pemanggilan. Keluarga menunggu untuk itu,” sebutnya.

Sejauh ini baru Chandara Siagian, kuasa hukum Bandiman yang mendapat pemberitahuan. Terkait perkembangan kasus sate sianida. “Baru kuasa hukum yang menerima surat, tersangka dinyatakan layak dipersidangkan,” beber Bandiman.

Kendati begitu, Bandiman tetap mengapresiasi dan berterimakasih. Terhadap Kepolisian dan Kejari Bantul. “Terima kasih, sudah bekerja dengan maksimal. Semoga segera tertuntaskan, tersangka dan yang berkaitan dapat segera dihukum,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bantul, Suwandi menegaskan, Aiptu Y Tomi Astanto dan istrinya, Shintaresmi, kembali masuk daftar saksi kasus sate sianida. Di mana nama Aiptu Tomi dan Shintaresmi pernah hilang dari daftar saksi, saat jumpa pers yang digelar kepolisian di Polres Bantul. Keduanya juga tak hadir dalam proses rekonstruksi yang digelar kepolisian. “Nama Aiptu Tomi dan Shintaresmi ada di berita acara untuk kelengkapan berkas yang digunakan di persidangan,” ungkapnya.

Ditegaskan, jaksa akan menghadirkan semua nama yang tercantum dalam daftar saksi di persidangan kasus sate sianida, termasuk Aiptu Tomi dan Shintaresmi. Berdasar keterangan polisi yang berkasnya sudah dinyatakan lengkap atau P-21. Dengan menetapkan Nani Aprilliani Nurjaman sebagai tersangka. “Sesuai dengan keterangan dari penyidik, kami hadirkan semua,” ujarnya.

Selanjutnya dikatakan, jumlah saksi dalam persidangan tidak berpengaruh. Sejauh saksi yang hadir dapat membuktikan kejahatan Nani. “Sepuluh saksi dan dua saksi sama saja. Kalau sudah yakin,” cetusnya.

Nani pun didakwah dengan pasal berlapis. Antara lain Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan, dan Pasal 359 KUHP karena lalai yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. “Kami memang sengaja mendakwah sebanyak mungkin, jangan sampai bebas. Mana yang terbukti di pengadilan. Ancaman maksimal mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara,” bebernya. (fat/pra)

Bantul