RADAR JOGJA – Program Padat Karya menjadi salah satu solusi dalam upaya menggerakkan roda perekonomian. Program ini memberi manfaat langsung pada masyarakat di tingkat paling bawah. Sekaligus menyelesaikan permasalahan infrastruktur penunjang perekonomian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menerima 60 titik Padat Karya Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta (Pemprov DIJ) Tahun Anggaran 2021.

Salah satu titik lokasi Padat Karya BKK TA 2021 ada di Padukuhan Bungsing, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul.“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab Bantul dan Pemprov DIJ yang telah memberikan bantuan di saat pandemi,” ujar Lurah Guwosari, Masduki Rahmad diwawancarai Radar Jogja Rabu (4/8).

Masduki menilai, bantuan melalui program Padat Karya yang diterima warganya sangat tepat. Sebab Padat Karya membantu menyelesaikan permasalahan infrastruktur di wilayahnya. Selain itu, Padat Karya juga membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19. Utamanya yang kehilangan pekerjaan akibat penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). “Sehingga mereka bisa mendapat penghasilan melalui skema Padat Karya ini,” ucapnya.

Tercatat sebanyak 10 titik, dari total 60 lokasi Padat Karya di Bantul, yang terdiri dari pengerjaan cor blok, pembuatan talud, dan pembuatan drainase. Tiap titik dikerjakan oleh 52 warga dengan lama pengerjaan 18 hari. “Tinggal kali saja, itu sangat berdampak sekali,” sebutnya.

Dikatakan, pengerjaan di Guwosari seluruhnya merupakan cor blok. Sebab infrastruktur yang paling dibutuhkan di Guwosari adalah perbaikan jalan. “Jalan menjadi salah satu PR kami, kaitannya dengan infrastruktur. Harapannya dengan program Padat Karya perekonomian warga kami meningkat dengan jalan yang sudah bagus,” cetusnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pun turut menyampaikan terima kasih. Lantaran Bumi Projotamansari menerima program Padat Karya yang didanai oleh Pemprov DIJ. Dia menyebut, program dinilai memiliki manfaat yang sangat besar. “Setidaknya ada dua manfaat yang pertama tersedianya infrastruktur pedesaan yang memadai dan kedua memberikan kesempatan kerja, terutama pada saat pandemi seperti ini perlu proyek-proyek yang bisa menyerap banyak tenaga kerja,” tegasnya.

Padat Karya BKK TA 2021 dalam pengerjaan infrastruktur disebut menyerap 3.120 tenaga kerja. Pelaksanaannya dimulai pada Rabu (4/8) selama 18 hari. “Kami mengapresiasi Anggota DPRD DIJ, Pemprov DIJ, telah bersinergi dengan Pemkab Bantul untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan melalui Padat Karya,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Aris Suharyanta menjelaskan, Padat Karya dapat menjadi salah satu solusi penanganan pandemi di bidang ekonomi. Melalui program ini diharapkan, roda perekonomian di tingkat bawah dapat bergerak. “Karena masyarakat dapat upah. Warung di sekitar kegiatan bisa laku,” cetusnya.

Selanjutnya diungkap, Disnakertrans Bantul mengalokasikan dua anggaran dalam program padat karya 2021. Di mana 60 lokasi padat karya dianggarkan dari Pemprov DIJ, sementara Pemkab Bantul menganggarkan sebanyak 103 lokasi padat karya. “Kami mulai hari ini (kemarin, Red),” paparnya. (*/fat/pra)

Bantul