RADAR JOGJA- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharjo menuturkan, Varian delta Covid-19 terkonfirmasi ada di Bumi Projotamansari. Untuk itu 3T yakni tracing, testing, dan treatment terus digalakkan. Jangan sampai seperti semangka, di mana bagian luarnya berwarna hijau. Sementara bagian dalamnya berwarna merah.

“Apapun yang terjadi, apa lagi di kasus yang meningkat, dan juga varian delta yang masuk. Kata kunci yang harus dilakukan adalah 3T. Tidak boleh kendor,” tegas Agus Budi Raharjo ditemui saat peninjauan vaksinasi pelaku pariwisata di Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul Rabu (28/7).

Agus menekankan, tracing dan testing jadi perhatian utama. Itu dilakukan dengan menambah kapasitas dan jangkauannya. Menyesuaikan peraturan pemerintah terkait level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat yang disandang Bantul. “Sehari, sesuai PPKM level 4 ada 2.250 per hari. Testing segitu,” sebutnya.

Sementara angka ideal dalam penerapan tracing adalah 15 kontak erat terkonfirmasi Covid-19. Sehingga testing sejatinya berpatok pada penetapan tersebut. “Testing menyesuaikan, tapi targettesting 2.250-2.500 per hari.

Kami kami menambah kapasitas dan jangkauan. Bukan mengurangi, supaya demikian kelihatan angkanya bagus. Itu semu,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharjo.

Agus pun bersyukur, antrean diBalai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP)Jogjakarta longgar. Sehingga hasil testing pasien dapat segera didapatkan. “Jadi kami bisa mengirim PCR yang cukup banyak ke BBTKLPP. Antigen dengan entri tes juga kami tingkatkan,” sebutnya.

Terkait sumber daya manusia (SDM), Agus menyebut adanya bantuan dari TNI dan Polri. Bantuan SDM ini turut membantu penerapan 3T. “TNI dan Polri membantu tracing. Supaya semua bisa teridentifikasi. Apalagi Bantul ditetapkan sebagai percontohan 3T. Sehingga kolaborasi TNI dan Polri sudah berjalan. Jadi akan semakin kuat,” cetusnya.

Kapolres Bantul, AKBP Ihsan membenarkan, pihaknya membantu Dinkes dalam penerapan 3T. “Ada 58 personel sebagai petugas tracer yang akan disebar ke-17 kapanewon di bantul,” bebernya. (fat/sky)

Bantul