RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan 700 ribu warganya tervaksin akhir tahun ini. Namun, capaian vaksinasi baru sekitar 200 ribu. Minimnya tenaga kesehatan (nakes) jadi faktor penghambat pencapaian.

“Problem kami saat ini, adalah ketersediaan nakes,” Sebut Halim ditemui awak media di Rumah Dinas Bupati Bantul, Trirenggo, Bantul Senin (19/7).
Berdasar dari standar kesehatan, tindakan vaksinasi hanya dapat dilakukan oleh dokter atau nakes yang bersertifikat, seperti perawat dan bidan. Sementara untuk lulusan SMK kesehatan belum diperkenankan. Halim tidak menyebut secara pasti jumlah nakes yang memberi layanan vaksinasi, tapi jumlahnya dirasa kurang. “Hari ini problem kami adalah persediaan nakes yang terbatas,” tuturnya.

Diakui, capaian vaksinasi di Bumi Projotamansari minim. Sebab jumlah warga Bantul yang telah mendapat vaksin baru sekitar 200 orang. Padahal, Pemkab mencanangkan target 700 ribu orang. dengan sasaran warga berusia 12 tahun ke atas. “Kami masih terus melaksanakan vaksinasi sampai seluruh individu yang harus divaksin, tervaksin,” sebutnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kemitraan dan Plt Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul dokter Budi Nur Rokhmah mengungkap poli gigi di beberapa puskesmas tidak beroperasi. Sebab nakes poli gigi diperbantukan dalam penanganan Covid-19. “Mereka (nakes poli gigi, Red) ikut pemantauan pasien Covid-19,” paparnya. (fat/bah)

Bantul