RADAR JOGJA – Vaksin Pfizer dan Moderna diklaim mampu melawan mutasi Covid-19 itu. Namun, rantai beku atau cold chain yang sesuai dengan teknologi penyimpanan kedua jenis vaksin belum tersedia, termasuk di Bantul.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyadari permasalahan ini. Padahal peningkatan jumlah terkonfirmasi Covid-19 di Bantul tinggi. Pemkab Bantul mencatat, terdapat penambahan 580 kasus Covid-19 pada Minggu (18/7).

Sementara cacatan Pemprov DIJ terjadi penambahan sebanyak 908 kasus pada tanggal yang sama.“Hari-hari ini kami disibukkan oleh penanggulangan pandemi di lapangan,” ujar Halim ditemui di Rumah Dinas Bupati Bantul, Trirenggo, Bantul Senin (19/7).

Untuk itu, semua aparatur sipil negara (ASN) dan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta membantu Dinas Kesehatan (Diskes) Bantul. Dalam upaya mempercepat vaksinasi dan kegiatan lain penganggulangan Covid-19. “Kami mengajukan penambahan vaksin dari pusat maupun provinsi masih belum dikabulkan,” bebernya.

Selain itu disadari ketersediaan fasilitas penunjang vaksinasi yang belum mempuni. Tenaga kesehatan (nakes) banyak yang terpapar Covid-19 akibat menangani lojakan pasien. Sehingga dibutuhkan booster tambahan bagi nakes, terlebih saat varian delta telah terkonfirmasi masuk DIJ. Salah satu solusinya adalah memberikan vaksinasi dosis ketiga bagi nakes. Namun, hal itu terkendala teknologi penyimpanan vaksin. “Itu pula menjadi masalah,” sebut Halim.

Pemkab Bantul terus melakukan refocusing anggaran. Sebab dalam penganggulangan Covid-19 dibutuhkan cold chain dengan suhu minus 20 derajat celcius. Guna penyimpanan vaksin dosis ketiga bagi nakes, yang nantinya akan menggunakan jenis Moderna. Vaksin berbasis mRNA itu memiliki efektivitas mencapai 95 persen untuk kelompok usia di atas 19 tahun.

Sementara vaksin Pfizer yang berbasis sama, efikasinya mencapai 100 persen bagi remaja usia 12 tahun sampai 15 tahun. “Tapi diprioritaskan sementara untuk nakes, yang paling rentan dan paling kita perlukan saat ini,” tegas mantan Wakil Bupati Bantul itu.

Sebelumnya diberitakan, Indonesia menerima 3.000.060 dosis vaksin Covid-19 jenis Moderna. Vaksin ini dicanangkan sebagai booster ketiga bagi nakes. Namun, kesiapan daerah dalam rangka distribusi masih belum mumpuni.

Lantaran belum memiliki rantai beku atau cold chain dengan suhu -20 derajat celcius. “Vaksin Moderna ini jenis vaksinnya virus inaktif. Harus disimpan dengan suhu -20 derajat celcius. Kami nggak punya cold chain yang memiliki kemampuan itu. Jogja belum ada. Mau disimpan di mana,” papar juru bicara pengelolaan vaksin Covid-19 Bantul dokter Abednego Dani Nugroho.

Kendati begitu dr Abed menyebut adanya kemungkinan, Pemkab Bantul membeli cold chain dengan kemampuan minus 20 derajat celcius. “Saya dulu juga sudah ancang-ancang beli kulkas yang -20. Antisipasi kalau vaksin (Moderna, Red) ada,” ungkapnya. (fat/pra)

Bantul