RADAR JOGJA – Kepolisian Resor (Polres) Bantul meringkus IZ alias Unyil. Pelaku perusakan mobil ambulans milik SAR DIJ di jalan Piyungan-Prambanan. Pria 28 tahun itu mengaku terprovokasi oleh hoaks di media sosial (medsos). Terkait keberadaan ambulans kosong yang wara-wiri untuk menakut-nakuti warga.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, Unyil melakukan perusakan terhadap ambulans yang sedang beroperasi membawa pasien Covid-19. Pria yang berprofesi sebagai supir truk ini melancarkan aksinya pada Selasa petang (13/7). Saat ambulans milik SAR DIJ membawa pasien dari terindikasi Covid-19 dan berpapasan dengannya. “Pelaku menghalang-halangi jalan ambulans dengan berjalan zigzag,” beber AKBP Ihsan kepada awak media dalam jumpa pers di Mapolres Bantul kemarin (14/7).

Pengemudi ambulans yang merupakan pelapor mencoba memperingatkan pelaku. Namun pelaku justru melakukan tindakan kekerasan. Unyil melakukan perusakan ambulans menggunakan helm miliknya. Padahal ambulans sedang membawa pasien Covid-19. “Dari kejadian tersebut kami mendapat laporan dan melakukan respon cepat. Sekitar pukul 19.00 teridentifikasi, pada 19.30 kami amankan di Polres Bantul,” sebutnya.

Berdasar pemeriksaan diketahui, motif pelaku merusak ambulans karena terprovokasi oleh video atau pesan yang beredar melalui medsos. Video atau percakapan itu menyampaikan informasi negatif penanganan Covid-19. Disebut kebanyakan ambulans saat ini kosong. “Hanya muter-muter tanpa isi,” cecarnya.

Akhirnya karena terprovokasi, Unyil pun merasa tidak senang. lantas menghalang-halangi tugas mobil tersebut, mengganggu, bahkan melakukan perusakan. Padahal faktanya, pada saat kejadian, ambulans sedang membawa pasien Covid-19. “Dengan kasus ini, kami sampaikan melalui kasus ini mengimbau kepada seluruh masyarakat, bahwa isu (ambulans kosong, Red) itu tidak benar,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, Unyil terjerat pasal 406 KUHP tentang Tindak Pidana Perusakan. Warga Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Bantul itu pun terancam pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Karena pelaku saat melancarkan aksinya berboncengan, polisi pun turut melakukan pemeriksaan terhadap rekan Unyil. “Pemeriksaan tadi malam, kami periksa lebih detail. Satu orang masih kami periksa. Tapi yang di belakang yang melakukan perusakan dan pengancaman,” ujarnya.

Dalam pengakuannya, Unyil mengaku menyesal. Telah terprovokasi oleh isu di medsos terkait keberadaan ambulans kosong. “Iya (menyesal, Red), beneran,” sebutnya. (fat/pra)

Bantul