RADAR JOGJA – Peminat jalur kelas khusus olahraga (KKO) dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) anjlok. Minimnya pertandingan keolahragaan diduga sebagai penyebabnya. Lantaran membuat siswa tidak dapat mengumpulkan piagam atau sertifikat sebagai bukti kemampuannya.

Salah satu sekolah dengan KKO di Bumi Projotamansari adalah SMPN 1 Kretek. Sekolah ini memiliki peminat sampai 75 siswa. Tapi tahun ini, hanya sebanyak 38 siswa yang mendaftarkan diri melalui jalur KKO. “Tahun ini peminatnya hanya separuh yang mendaftar di tahun lalu,” sebut Kepala SMPN 1 Kretek Isbandana kepada Radar Jogja, Minggu (20/6).

Isbandana menduga, turunnya peminat KKO dikarenakan pandemi Covid-19. Lantaran selama pandemi tidak ada pertandingan olahraga, seperti pekan olahraga pelajar (POR). Sehingga guru olahraga SD, tidak mampu mengarahkan siswanya untuk menggali prestasi dan kemampuan keolahragaan lebih dalam. “Kebetulan, yang 38 ini (pendaftar di SMPN 1 Kretek, Red) yang ikut merupakan anak yang dari klub,” bebernya.

Sejatinya, siswa dipermudah dalam PPDB jalur KKO. Sebab di tahun sebelumnya, siswa harus menunjukkan sertifikat kejuaraan di bidang olahraga. “Kalau sekarang diperingan dengan hanya menunjukkan surat keterangan dari klub. Padahal kami juga sudah memberi info lewat sekolah dan website SMPN 1 Kretek, terkait dengan jalur KKO,” ujarnya.

Porsi yang tersedia di SMPN 1 Kretek dalam PPDB jalur KKO sebanyak 31 siswa. Namun, dari 38 siswa yang mendaftar hanya 29 siswa yang dinyatakan lolos. “Tidak terpenuhi kuota, kami nggak papa. Yang jelas mereka anak-anak yang berpotensi. Kami harap kedepannya bisa berprestasi,” ucapnya.

Dipaparkan, seleksi dilakukan oleh pelatih handal yang tersertifikasi. Dengan harapan, siswa yang lolos seleksi memiliki kemampuan seimbang dengan seniornya. “Agar tidak terlalu banyak mengulang dari dasar, maka kami apa adanya. Jadi anak yang kami terima merupakan seleksi murni,” tuturnya.

Sementara di SMPN 3 Pleret, siswa yang mendaftar PPDB melalui jalur KKO justru mengalami peningkatan. Jumlahnya tidak signifikan, yaitu menjadi 36 siswa, di mana tahun sebelumnya hanya 35 siswa. “Dari hasil seleksi, kami meloloskan 32 siswa yang diterima dalam PPDB jalur KKO,” sebut Kepala SMPN 3 Pleret Darsiti.

Menurunnya jumlah peminat PPDB jalur KKO telah diprediksi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko. Mantan Kepala SMAN 1 Bantul ini pun telah mengundang seluruh kepala sekolah yang memiliki KKO. “Kami sudah memprediksi. Masalahnya karena di masa pandemi ini tidak banyak event olahraga. Jadi anak-anak ya nggak punya piagam prestasi,” jabarnya.

Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler yang bisa membina bakat siswa di bidang olahraga pun dihentikan. Sebab siswa tidak datang ke sekolah akibat menjalani sistem belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). “Jadi ya bakat anak tidak berkembang atau tidak terpupuk dengan baik. Resikonya bakat tadi bisa mati. Makanya yang berminat di KKO ya menurun,” jelasnya. (fat/pra)

Bantul