RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menutup tempat-tempat wisata yang dikelola oleh Pemkab saat akhir pekan, khususnya pekan ini dan pekan depan. Semua itu untuk mengurangi penyebaran COVID-19 .

Penutupan objek wisata pantai di Bantul mendapatkan respon berbeda dari para pelaku wisata. Berharap akhir pekan dapat mengais rejeki kini hanya bisa gigit jari. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Pantai Parangtritis dan sekitarnya dapat dihitung dengan jari.

Salah satu kusir delman wisata, Mustofa, 27, menyayangkan adanya kebijakan ini. Disatu sisi dia juga tak bisa menolak. Warga Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul ini hanya bisa pasrah. Terlebih kebijakan bertujuan mengendalikan penularan Covid-19.

“Kasihan masyarakat kecil tidak ada pemasukan kalau ditutup total. Tidak ada wisatawan padahal yang ditunggu itu wisatawan datang kesini. Kalau ditutup akses ekonomi macet. Sabtu dan Minggu, ekonominya gerak disitu,” sambatnya ditemui di Pantai Parangtritis, Bantul, Sabtu (19/6).

Sarjono juga menyampaikan keluhan yang sama. Pria berusia, 37,  ini tetap mengoperasikan delman miliknya. Walau sangat sepi pengunjung, dia tetap mengitari kawasan pantai Parangtritis.

Dia berharap ada wisatawan yang menggunakan jasanya. Baik untuk paket perjalanan pendek maupun mengitari sepanjang pesisir pantai Parangtritis hingga Parangkusumo. Setidaknya dapat menutupi biaya pakan kuda miliknya.

“Dampaknya merasa kuranglag untuk ekonominya. Mengandalkannya sepenuhnya dari sini juga. Kondisi dari pagi sepi,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Instruksi Bupati Bantul Nomor 15/INSTR/2021 dalam salah satu poinnya menutup objek wisata setiap Sabtu dan Minggu. Kebijakan ini guna mengendalikan penularan Covid-19. Terlebih dengan melonjaknya angka kasus di Jogjakarta.

Sunarsih, penjual oleh-oleh khas justru tak mengetahui ada kebijakan penutupan kawasan pantai. Dia tetap datang dan menggelar beragam dagangannya.

Perempuan berusia, 52, ini tetap berjualan walau lapaknya sepi. Bahkan menurutnya, kondisi pasca penerapan kebijakan lebih sepi dibanding hari biasanya. Padahal dia berharap pundi-pundi pemasukan jika berjualan di akhir pekan.

“Sebenarnya Sabtu Minggu yang diharapkan, banyak yang liburan, banyak yang beli. Kalau hari normal, orang pada kerja. Besok sepertinya tidak jualan. Gimana ya, kalau tidak ada yang beli ya percuma,” curhatnya. (dwi/sky)

Bantul