RADAR JOGJA- Pengacara orangtua korban sate sianida Chandra Siagian berharap proses penyidikan berlangsung tuntas. Tak hanya kepada sosok tersangka Nani Apriliani Nurjaman tapi juga pria berinisial R. Diketahui hingga saat ini penyidik Satreskrim Polres Bantul belum bisa melacak keberadaan pria misterius ini.

Soson R, menurutnya, memiliki peran yang cukup penting. Dari keterangan awal Nani, R adalah yang memberi ide racun sianida. Sayangnya sosok ini menghilang setelah kasus sate sianida muncul ke publik.

“Berharap dapat mengungkap sosok R tersebut agar tidak bias. Siapa dia, apa perannya. Selama ini kita kan bertanya-tanya,” jelasnya ditemui di Mapolres Bantul, Senin (7/6).

Dia juga berharap berkas penyidikan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bantul. Sehingga proses persidangan bisa segera berlangsung. Terlebih proses penyidikan terhadap tersangka Nani hampir rampung.

“Kalau untuk proses hukum agar berkas dilimpahkan ke Kejaksaan karena penyidikan di kepolisian sudah selesai. Segera dilimpahkan kejaksaan dan bisa disidangkan,” katanya.

Tim Kuasa Hukum tersangka Nani juga berharap hal yang sama. Agar polisi melakukan penyidikan tuntas atas kasus sate sianida. Terutama untuk melacak keberadaan sosok pria berinisial R.

Salah satu anggota tim kuasa hukum Anwar Ari Widodo memandang sosok R adalah kunci. Ini karena kliennya mengaku sosok R yang memberikan ide. Mulai dari pembelian racun sianida hingga pemberian ke sasaran awal.

“R ini kewenangan di Polisi untuk mencari. Dia ini kan yang memberi ide atau inisiatif itu ada di seseorang yang bernama R,” ujarnya.

Nani, lanjutnya, sempat bercerita tentang sosok R. Pria misterius ini sejatinya adalah pelanggan Nani. Sosok Nani sendiri bekerja di pijat kebugaran di wilayah Kota Jogja. Keduanya sudah berkenalan kurang lebih setahun.

Nani kehilangan kontak setelah kasus sate sianida muncul ke permukaan. Bahkan perempuan berusia, 25, tersebut tak bisa menghubungi sosok R. Nomor gawai milik R telah mati bersamaan dengan terungkapnya kasus sate sianida.

“Cukup lama kenal tidak beda jauh dengan Tomi, setahun lebih lah. Pelanggan di Griya Fit. Setelah booming itu kontaknya tidak bisa dihubungi. Dari logatnya pengakuan klien kami dari Sumatera, tapi tepatnya mana belum tahu, kalau usia sekitar 30an, masih muda,” katanya.

Terkait rekonstruksi, Anwar dan timnya mengikuti catatan skema yang ada. Timnya tidak melakukan bantahan apapun terhadap sleuruh adegan. Hanya saja pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah bukti ke persidangan.

Menurutnya, kliennya tidak sepenuhnya menjadi tersangka tunggal. Terlebih dengan adanya sosok R dalam keterangan Nani. Artinya fakta kejadian masih belum tuntas.

“Reka ulang adegan ini hanya adegan perbuatan seperti apa, bukan kejadian senyatanya, karena ada niat dan lainnya. Klien kami tidak berniat melakukan perbuatan tedebut, ini spontan dan tidak bisa terlihat di rekonstruksi. Kami buktikan di pengadilan,” ujarnya.(dwi/sky)

Bantul