RADAR JOGJA – Polres Bantul menggelar rekonstruksi kasus sate beracun yang menewaskan Naba, 10, warga Salakan II Bangunharjo, Sewon, di Mapolres Bantul, Senin (7/6) pagi.

Sosok Nani Apriliani Nurjaman terlihat menangis mengikuti jalannya rekonstruksi kasus sate sianida. Berulang kali dia sesenggukan sambil menjalani setiap reka ulang adegan di Mapolres Bantul ini. Nani juga kerap menutupi mukanya dari sorotan kamera.

Walau begitu, perempuan berusia , 25 , ini terlihat lancar menjalani setiap reka ulang adegan. Mulai dari awal mula memesan kalium sianida melalui e-commerce. Hingga saat dia bertemu saksi Bandiman yang mengantarkan paket sate sianida.

“Dari awal menangis, mungkin dia tidak biasa disituasi sepeti ini. Menangis karena memang tidak biasa. Kalau reka ulang berjalan lancar dan mudah,” jelas Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi ditemui di Mapolres Bantul.

Rekonstruksi kasus sate sianida ini berlangsung hingga sekitar 34 adegan. Jumlah ini melebihi skenario awal sebanyak 27 adegan. Tambahan adegan mulai muncul dari sekitar reka ulang adegan ke 20.

Penambahan adegan, lanjutnya, untuk menguatkan reka elang adegan sebelumnya. Seperti saat Nani bertemu saksi Bandiman hingga pembuangan gamis. Gamis ini sendiri dipakai Nani sebagai kamuflase saat bertemu Bandiman.

“Rencana ada 27 adegan, lalu dalam jalannya ada temuan adegan yang belum tercover. Temuan baru terkait pelaksnaan diantara poin 27 sampai 28 belum tercover termasuk cara mencampur racun dengan bumbu sate dan membuang gamis,” katanya.

Nani mengikuti hampir seluruh reka ulang adegan. Tepatnya dari reka ulang adegan 1 hingga reka ulang adegan 22. Rekonstruksi terakhir Nani adalah pertemuan dengan Bandiman.

Untuk reka ulang adegan 23 hingga 34 fokus kepada Bandiman. Mulai dari mengantar sate sianida ke rumah saksi T. Hingga saat anak dan istrinya memakan sate tersebut. Lalu anaknya yang bernama Naba Faiz, 10, menjadi korban meninggal dunia.

“Adegan yang melibatkan tersangka Na (Nani) sekitar 22 adegan. Sudah sama tambahan adegan baru,” ujarnya.

Uniknya dalam reka ulang adegan ini, sosok istri T,  inisial M tak hadir. Sebagai pengganti adalah seorang penyidik Satreskrim Polres Bantul. Adegan digambarkan saat bertemu saksi Bandiman, menelepon T dan menolak kiriman sate sianida.

“Saksi T dan istri (M) tidak dihadirkan karena yang bersangkutan ada keperluan belum bisa datang. Jadi digantikan,” katanya.

Pekerjaan rumah penyidik Satreskrim Polres Bantul belum usai. Ngadi mengaku masih mencari sosok pria berinisial R. Berdasarkan penuturan Nani, sosok inilah yang memiliki ide racun sianida.

Ngadi menegaskan sosok R akan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ini karena sosok ini belum bisa ditemukan hingga saat ini. Selain itu juga untuk mengungkap tabir sate sianida.

“R sementara akan kami jadikan DPO karena belum bisa diamankan. Akan kami terbitkan surat DPO untuk yang bersangkutan,” ujarnya.

Saksi Bandiman memastikan seluruh adegan sesuai dengan kejadian sesungguhnya. Orangtua dari korban Naba Faiz ini bertemu Nani di Masjid sekitar barat stadion Mandala Krida.

“Sudah sesuai kejadian urutan sepeti itu. Sekitar 35 adegan tadi, tidak ada yang berbeda. Dari awal bertemu di masjid sesuai dengan yang tadi,” katanya. (dwi/sky)

Bantul