RADAR JOGJA – Panewu Srandakan Anton Yuliyanto tengah mendalami fakta kejadian di Dusun Lopati. Berupa adanya 2 versi cerita tentang tidak berjalannya pemakaman sesuai protokol Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pihaknya tengah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul agar kasus tak berlarut.

Dia mengakui adanya versi berbeda dari warga RT 92 Dusun Lopati. Bahwa tak ada tim Satgas Covid-19 yang datang melakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19. Alhasil warga berinisiatif memakamkan jenazah sesuai adat yang berlaku.

“Masih kami dalami dan tidak bisa kami katakan hari ini. Masih koordinasi dengan kabupaten untuk tahu fakta sebenarnya seperti apa. Ada 2 pernyataan yang berbeda,” jelasnya ditemui saat memantau swab PCR di Dusun Lopati, Sabtu (5/6).

Informasi awal menyebutkan bahwa warga menolak keberadaan tim Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Dusun Lopati maupun FPRB Kabupaten Bantul. Khususnya untuk melakukan pemakaman sesuai protokol Covid-19. Sehingga warga berinisiatif memakamkan secara mandiri.

Informasi kedua adalah tim satgas Covid-19 tidak merespon permintaan warga. Versi warga, pihak keluarga maupun warga telah menelepon tim Satgas Covid-19. Sayangnya panggilan telepon dari tengah malam hingg subuh tak mendapat respon.

“Versi sebelumnya ada masyarakat yang tidak menginginkan tapi versi masyarakat juga berbeda. Ini masih kami dalami,” katanya.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh Dukuh Lopati Sutiyem. Perempuan berusia 69 tahun ini menuturkan ada miskomunikasi antara keluarga jenasah Covid-19 dengan instansi berwenang. Panggilan telepon dari pihak keluarga tak mendapat respon.

Disatu sisi Sutiyem memahami atas tidak adanya respon. Ini karena keluarga menelpon rentang waktu tengah malam hingga subuh. Menurutnya dalam rentang waktu tersebut adalah waktu istirahat.

“Miskomunikasi antara putra almarhumah, sudah berusaha menelpon tapi belum diangkat, tapi saya maklum itu waktu istirahat jadi belum bangun. Telepon siapa tidak tahu, tapi katanya telepon 2 orang tapi tidak diangkat,” ujarnya.

Tak ingin terulang, Sutiyem berjanji akan melakukan pendekatan lebih intens. Agar tidak muncul permasalahan yang sama. Pihaknya juga masih melakukan edukasi agar benar-benar tak muncul penolakan protokol Covid-19.
“Kedepan akan lebih baik lagi agar tidak terulang seperti ini. Mohon maaf sekali,” katanya.(dwi/sky)

Bantul