RADAR JOGJA – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Agus Budi Raharja menjamin pelayanan tracing kontak erat di RT Dusun Lopati Kalurahan Trimurti Kapanewon Srandakan Bantul tetap lanjut. Warga, lanjutnya, bisa mendatangi Puskemas Srandakan. Tujuannya untuk melakukan swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Terkait tracing kontak erat, pihaknya melibatkan beberapa pihak. Selain tim Puskemas Srandakan adapula tim surveilans dari TNI dan Polri. Hingga akhirnya swab PCR di RT 92 Dusun Lopati hanya diikuti oleh 6 warga.

“Jadi 6 warga ini yang terindikasi kontak erat  oleh surveilans puskemas, Babinsa dan Babinkamtibmas. Hasilnya kami kirim ke laboratoirum, target Senin sudah ada hasilnya,” jelasnya ditemui di Dusun Lopati, Sabtu (5/6).

Tentang komitmen sanksi kepada warga yang menolak swab PCR, Agus tak sepenuhnya mengiyakan. Pihaknya masih mengutamakan pendekatan terhadap warga. Selain itu juga melakukan edukasi tentang Covid-19.

Peran sanksi, lanjutnya, merupakan wewenang tim penegakan hukum (Gakkum) Satgas Covid-19 Pemkab Bantul. Jajarannya tetap berkomitmen pada edukasi dan pelayanan. Sehingga sebaran kasus Covid-19 bisa terlacak dan terminimalisir.

“Yang jelas kami fokus pelayanan dan lakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi penularan yang lebih massif. Lakukan deteksi dengan Swab PCR,” katanya.

Anggota Bidang Gakkum Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul Muhammad Agus Kurniawan mengaku tahapan sanksi tetap ada. Hanya saja untuk kasus Lopati, pihaknya masih mendalami. Terlebih ada 2 versi keterangan atas pemakaman jenasah tanpa protokol Covid-19.

Pria yang juga menjabat Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Bantul ini tengah mengumpulkan sejumlah bukti. Baik tim relawan FPRB maupun warga. Sehingga mendapat titik terang atas polemik yang muncul.

“Masih menunggu klarifikasi dari wilayah apakah ketidakmauan masyarakat ada sesuatu yang menyimpang atau memang ketidaktahuan masyarakat,” ujarnya.

Agus memastikan sanksi tetap bisa berlaku. Hanya saja jajaran Satgas Covid-19 Kabupaten Bantul masih mengutamakan pendekatan persuasif. Berupa edukasi kepada masyarakat, khususnya tentang protokol kesehatan Covid-19.

Pihaknya juga mendukung upaya swab PCR kepada warga. Terlebih langkah medis ini untuk meminimalisir sebaran Covid-19. Terutama kontak erat terhadap kasus pertama di RT 92 Dusun Lopati.

“Tahapannya ajakan edukasi dengan melibatkan satgas Covid-19 Kalurahan dan Kapanewon. Lalu tahapan swab PCR juga. Secara umum harus mengikuti ketentuan, kalau tidak mau baru laksanakan hukuman yang diperlukan,” tegasnya.(dwi/sky)

Bantul