RADAR JOGJA – Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi berjanji akan menindaklanjuti aduan relawan FPRB Bantul. Pihaknya akan mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan atas penolakan pemakaman protokol Covid-19 di dusun Lopati, Trimurti Srandakan Bantul. Terutama terhadap salah seorang warga berinisial As.

Ngadi memastikan telah menerima aduan dari FPRB Bantul. Hanya saja tindakan tetap melalui proses pengumpulan sejumlah bukti dan fakta. Hingga bisa menentukan langkah setelahnya.

“Terkait aduan ini akan kami tindaklanjuti, akan didalami kasusnya seperti apa, jadi hari ini baru proses pembikinan suatu laporan. Nanti para saksi dan bukti dukungnya akan kami dalami,” jelasnya ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (2/6).

Disinggung tentang sanksi, Ngadi belum bisa menjawab. Ini karena pihaknya baru menerima aduan hari ini. Selain itu bukti dan keterangan para saksi belum terkumpul sepenuhnya.

Tentang sosok inisial As, Ngadi juga belum bisa memastikan. Pastinya seluruh materi aduan telah dia terima. Termasuk detil-detil kejadian hingga sosok yang menyebabkan penolakan pemakaman jenasah dengan protokol Covid-19.

“Nanti akan kami terapkan dengan undang-undang yang telah tersedia terkait prokes ini, yang jelas kami terima dulu laporannya dan periksa saksi-saksi. Kalau saat ini ya belum bisa pastikan, kan laporannya juga baru kami terima,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengakui kejadian ini menjadi perhatian jajarannya. Penolakan pemakaman protokol Covid-19 sangatlah krusial. Terlebih jenasah sebelumnya adalah pasien positif Covid-19.

Pemakaman dengan protokol Covid-19, lanjutnya, adalah upaya preventif tertinggi. Merupakan antisipai sebaran Covid-19. Itulah mengapa prosesi pemakamannya berbeda dengan umumnya.

“Kedepannya akan lakukan edukasi dan ditingkatkan lagi tentang Covid-19. Agar paham dan insyaallah tidak akan terulang kembali. Kami benahi terkait upaya pencegahan dan edukasinya,” ujarnya.

Penolakan pemakaman dengan protokol Covid-19 sendiri sangatlah miris. Dia menyadari bahwa masih ada warga yang tak percaya dengan Covid-19. Semakin parah karena turut melakukan provokasi di lingkungan tempat tinggal.

Tak hanya edukasi, pihaknya juga akan mengupayakan tracing kasus. Terutama kepada warga yang datang melayat dan menguburkan jenasah pasien Covid-19. Hak ini untuk memastikan tak ada sebaran kasus di Dusun Lopati.

“Tracing koordinasikan dengan Satgas Covid kabupaten (Bantul). Semoga tidak ada penyebaran kasus (Covid-19),” katanya.(dwi/sky)

Bantul