RADAR JOGJA – Libur akhir pekan ini terjadi antrean wisatawan di tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Parangtritis. Antrean mengular lebih dari 200 meter saat sore. Diakibatkan oleh penerapan protokol kesehatan (prokes) seperti pengecekan suhu dan pengisian data melalui aplikasi Visiting Jogja.

Koordinator UKP Parangtritis Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Suranta mengungkap antrean rutin terjadi pada waktu-waktu tertentu di hari libur. Biasanya, antrean mengular sekitar 100 meter sampai 150 meter pada pukul 06.30 sampai 07.00. Antrean baru mengular lagi sekitar pukul 13.00 sampai 14.00. “Kalau sore sekitar pukul 16.30 sampai 17.30, antreannya kurang lebih sampai 200 meter,” sebutnya dihubungi Radar Jogja Minggu (30/5).

Antrean terjadi diakibatkan penarikan retribusi di TPR. Selain itu adanya pengecekan suhu dan pengisian data di aplikasi Visiting Jogja. Ditambah pula lokasi TPR yang berada di pertigaan. “Dari arah Pantai Depok dan sebaliknya, kendaraan jadi agak melambat,” bebernya.

Melonjaknya kunjungan wisatawan membuat petugas menambah tenaga bantu di TPR. Selain itu, pihak kepolisian turut membantu pengecekan kesehatan wisatawan. Dengan menggelar rapid test secara acak kepada wisatawan yang datang. “Tadi pagi pukul 09.30 sampai 10.30 dari Polres Bantul ada pemeriksaan rapid tes acak. Ini sudah empat kali,” sebutnya.

Selain menambah jumlah petugas di TPR, dikerahkan pula petugas tambahan di objek wisata (obwis). Dibantu dengan petugas di posko terpadu. Gabungan dari Dinpar, Polres Bantul, Koramil, Satpol PP dan Dinkes. “Biasanya setiap tanggal merah, untuk mengimbau masalah prokes, sama peringatan bahaya ubur-ubur,” ujarnya.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Bantul, Markus Purnomo Adi melaporkan, kunjungan di Pantai Parangtritis mencapai 18.200 wisatawan selama 24 sampai 30 Mei 2021. Sementara pantai wilayah barat mendapat kunjungan 4.220 wisatawan. Sebanyak 230 wisatawan pun berkunjung ke Goa Cerme. Maka, total sebanyak 61.942 wisatawan berkunjung ke Bantul sepanjang 24 sampai 30 Mei. “Dari total kunjungan tersebut, pendapatan dari pariwisata sebanyak Rp 601.366.500,” bebernya. (fat/pra)

Bantul