RADAR JOGJA – Masa jabatan tenaga ahli (TA) Bupati Bantul akan habis pada pada 31 Mei mendatang. Namun, nama pejabat pengganti belum diajukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Sehingga formasi pengganti TA masih kosong.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis mengatakan, tiga TA Bupati Bantul sudah mengajukan pengunduran diri. Mereka adalah TA Bidang Perekonomian, dijabat Bambang Priambada; TA Bidang Ketentraman dan Ketertiban, dijabat Satriyo Sutinarsa; serta TA Kebijakan Publik Tri Paryanto.

“TA sudah mengundurkan diri terhitung 31 Mei, hingga 1 Juni ke depan, formasi itu kosong,” cetusnya ditemui Radar Jogja di kantornya kemarin (28/5).

TA merupakan kewenangan prerogatif bupati menjabat. Di mana bupati menjabat dapat menentukan personel yang dirasanya layak. Termasuk menambah jumlah TA dari yang sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di mana jumlah yang dianggarkan hanya tiga, dengan kemungkinan bertambah menjadi lima. Kendati begitu, jabatan TA tidak wajib diisi. “Jadi apakah akan diisi atau tidak, tentu kewenangan ada di Bupati,” sebutnya.

Dijelaskan, TA tidak tergolong aparatur sipil negara (ASN) sehingga pengangkatannya dapat dilakukan oleh bupati tanpa meminta persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Maka pelantikan dapat dilakukan bupati tanpa menunggu enam bulan menjabat setelah pelantikan. “Tapi bupati belum ngendika (mengusulkan nama). Forpi juga beliau belum mengatakan apakah akan diisi sesegera mungkin. Alih jabatan Forpi mungkin di bulan Juli,” bebernya.

Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Bantul Muhammad Agussalim mendorong bupati untuk segera mengganti TA. Sebab TA diklaim dapat menunjang kinerja bupati. “Harapan kami ketika TA sudah ada, ini dapat mendukung kinerja bupati terpilih jadi lebih maksimal,” ujarnya.

Terkait dengan kemungkinan adanya penambahan jumlah TA, Agussalim pun mendukungnya. Lantaran, itu akan mendukung bupati dalam menangani program yang dicanangkan di Bumi Projotamansari. “Kalau kami, itu sah saja (penambahan jumlah TA, Red), dan itu akan lebih baik dari pada tiga TA. Karena akan ada beberapa program yang bisa dibantu oleh TA tambahan. Jadi lima pun tidak masalah,” sebutnya.

Terkait nama calon pengganti TA Bupati, Agussalim masih enggan membocorkan. Tapi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut dirinya berkomunikasi secara intens dengan Bupati. “Personel, saya tidak dapat mengatakan. Tapi saya berbicara intens dengan pak bupati,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul