RADAR JOGJA – Petani di Padukuhan Prokerten, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul bersuka cita. Sebab masa panen raya telah tiba. Untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, para petani pun mengadakan Upacara Wiwitan.

Kaum Rois Padukuhan Prokerten Sukirman, 47, menjelaskan, Wiwitan digelar sebelum panen raya. Di mana upacaranya biasa dilakukan pada bulan Mei. Upacara pun merupakan tradisi yang telah turun-temurun dilakukan di Prokerten. “Kami istilahnya melestarikan budaya dari nenek moyang. Supaya nanti anak cucu bisa meniru dan melanjutkan,” ucapnya usai prosesi Wiwitan Rabu (19/5).

Wiwitan sebenarnya merupakan bentuk ungkapan rasa syukur petani. Sebab, Tuhan telah melimpahkan rezeki melalui tanaman padi yang tumbuh dengan subur dan siap dipanen. “Itu sebagai gambaran saja. Niatnya kami bersyukur kepada Allah. Agar diberi rezeki yang bermanfaat dan berkah,” jelasnya.

Prosesi Wiwitan dimulai dengan pembacaan doa oleh para petani. Doa dilakukan di sekitar sawah siap panen. Setelah itu pemuka adat membacakan doa khusus seraya membawa uborampe ke lokasi panen pertama. Usai membacakan doa, pemuka adat menuangkan air dari kendi ke sekitarnya sebagai perlambang rasa tentram.

SUKA CITA : Wajah semringah petani di Padukuhan Prokerten, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, Bantul saat menggelar wiwitan. Tradisi tersebut untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan.(ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA)

Setelah itu, pemuka adat memberi alat pemotong tanaman padi tradisional berupa ani-ani kepada perwakilan petani. “Panen dengan ani-ani, mengambil contoh dari nenek moyang dulu. Kan dulu belum ada alat yang lebih praktis dari sekarang. Adanya ya ani-ani,” paparnya. Setelah itu, uba rampe diperebutkan oleh anak-anak. Di mana isinya berupa nasi tumpeng, jajanan pasar, buah dan ayam ingkung.

Dalam kesempatan yang sama, hadir Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Menurutnya, Upacara Wiwitan harus dilestarikan. Sebab itu menjadi sebuah pengingat, bahwa kehidupan petani harus disejahterakan. “Bagaimana irigasi harus diperbaiki, kelangkaan pupuk juga harus diatasi, sehingga petani dapat berproduksi dengan maksimal. Harapannya, petani semakin sejahtera,” sebutnya.

Selain itu dipaparkan, selama pandemi Covid-19 sektor pertanian justru mengalami pertumbuhan sekitar 65 persen. Padahal, sektor lain banyak yang mengalami penurunan. “Saya yakin, pertanian bisa menjadi sektor ekonomi masa depan. Karena itu, para pemuda kita jangan ragu untuk terjun di pertanian. Karena pertanian ini insyaallah makin menguntungkan,” ajaknya. (fat/bah)

Bantul