RADAR JOGJA – Idul Fitri 1442 Hijriah menjadi tahun pertama bagi Abdul Halim Muslih dan Joko Budi Purnomo merayakan momen lebaran sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bantul. Namun, pandemi Covid-19 membuat keduanya tidak dapat menggelar open house atau menerima kunjungan dari masyarakat. Menggantikan halal bi halal tatap muka, keduanya menyelenggarakan silaturahmi secara virtual.

Halim bersama istri, Emi Masruroh, menyelenggarakan halal bi halal virtual di Rumah Dinas Bupati Bantul, Trirenggo, Bantul. Halal bi halal turut diikuti oleh Joko bersama istri, Dwi Pudyaningsih, di kediamannya, Singosaren, Banguntapan, Bantul. Selain itu, silaturahmi virtual juga diikuti oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bantul. “Kami menerbitkan larangan halal bi halal, khusus bagi aparatur sipil negara (ASN),” tegas Halim Jumat (14/5).

Karena itu, halal bi halal diselenggarakan olehnya secara virtual. Kendati begitu Halim merasa ada yang kurang, lantaran tidak dapat bertemu dengan masyarakat secara langsung. “Biasanya open house, Bupati-Wakil Bupati. Biasa kita mempersilahkan datang ke rumah dinas. Mohon maaf, kali ini ditiadakan,” sebut ayah dua orang putri itu.

Itu dilakukan guna mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19. Di samping itu, sesuai dengan anjuran dari pemerintah pusat, ASN juga dilarang untuk mudik. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melakukan penyekatan di tiga titik perbatasan. Tersebar di Piyungan, Srandakan, dan Sedayu.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul Aidi Johansyah menuturkan, halal bi halal dapat digelar dalam sekala mikro. “Dapat dilakukan secara terbatas di lingkungan padukuhan, RT masing-masing,” cetusnya.

Namun ditekankan, kawasan dengan zona oranye dan merah tetap dilarang menggelar halal bi halal. Sementara lingkungan yang kawasannya berzona hijau dan kuning diperkenankan menggelar halal bi halal. “Dengan syarat adanya penerapan protokol kesehatan (prokes),” tandasnya. (fat/pra)

Bantul