RADAR JOGJA – Kunjungan wisata di Bumi Projotamansari mengalami penurunan tajam selama Ramadan. Bahkan, penurunan mencapai 80 persen pada minggu ketiga Ramadan.

Guna mendongkrak kembali jumlah kunjungan, Dinas Pariwisata (Dispar) melakukan penataan terhadap objek wisata (obwis), termasuk Pantai Parangtritis.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Bantul, Markus Purnomo Adi mengungkap, jumlah kunjungan di Bantul mencapai 70 persen pada minggu pertama Ramadan. Sepanjang 12-18 April, tercatat jumlah wisawatan yang berkunjung ke Bantul sebanyak 14.083 dengan pendapatan Rp 136, 3 juta. “Turun 70 persen dibanding seminggu sebelum puasa. Di mana jumlah wisatawan mencapai 48.309,” bebernya kepada Radar Jogja.

Pada minggu kedua Ramadan, terjadi sedikit peningkatan. Di mana jumlah kunjungan wisatawan mencapai 14.996. Artinya, naik sekitar dua persen dari minggu sebelumnya. Maka sepanjang 19-25 April pendapatan asli daerah (PAD) Bantul dari pariwisata mencapai Rp 145,5 juta. “Turun 68 persen dibanding seminggu sebelum puasa,” cetus pria yang akrab disapa Ipung itu.

Sementara pada minggu ketiga Ramadan, terjadi penurunan jumlah kunjungan mencapai 80 persen. Sepanjang 26 April sampai 2 Mei jumlah kunjungan wisatawan hanya 9.212. Maka pendapatan dari pariwisata hanya Rp 89.109.000. Turun 80 persen dibanding seminggu sebelum puasa. “Dalam tiga minggu selama puasa, wisatawan turun antara 68-80 persen,” sebutnya.

Kendati begitu, Ipung optimistis, usai lebaran jumlah kunjungan wisatawan di Bumi Projotamansari akan pulih. Meskipun jumlah pemudik yang datang ke Bantul menurun. “Dinpar tetap optimis libur lebaran terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan meski ada larangan mudik,” paparnya.

Oleh sebab itu, Dinpar Bantul pun berusaha untuk mendongkrak kembali jumlah kunjungan. Itu dilakukan dengan mencoba membuat perubahan atau menata kawasan Parangtritis. Sehingga pantai lebih indah dan enak untuk dikunjungi. Selain itu Dinpar mendorong pengelola dan pokdarwis untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan semakin tumbuh dan merasa aman saat berkunjung di Bantul.

Namun, sejumlah pedagang di Pantai Parangtritis menolak rencana penataan. Salah satunya, Eva, mengaku terkejut dengan adanya rencana itu. Selain belum ada sosialisasi kepada para pedagang, hal tersebut terkesan mendadak. “Saya kaget, kok ndadak. Jelas kami menolak. Kami belum tahu, tidak ada sosialisasi,” ujarnya.

Pedagang makanan ringan yang juga merupakan warga Padukuhan Mancingan, Parangtritis, Kretek, Bantul itu sejatinya mendukung rencana tersebut. Asalkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyediakan lokasi anyar agar tetap bisa berjualan. “Kami membongkar, tapi tolong dikasih tempat yang baru,” tandasnya. (fat/bah)

Bantul