RADAR JOGJA – Pengacara tersangka sate sianida Nani Aprilliani Nurjaman alias Tika, diganti. Setelah pengacara sebelumnya yang berinisial A dan disediakan oleh kepolisian, tidak terungkap. “Awalnya kami siapkan, sekarang sudah ada gantinya (ditunjuk, Red) dari keluarga,” sebut Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/5).

Namun Ngadi berkelit saat ditanya siapa pengacara pengganti Nani. Mantan Kapolsek Pundong ini berkilah, menyebut belum mendapatkan informasi tembusan. “Saya belum dapat informasi dari penyidik,” ucapnya.

Perwira setingkat kapten ini meminta wartawan untuk bertanya langsung kepada Nani atau keluarganya. Perihal penggantian pengacara yang ditunjuk untuk menemani perempuan 25 tahun asal Majalengka, Jawa Barat, yang ancamannya hukuman mati itu. “Informasi penunjukan dari keluarga katanya. Itu hak mereka,” ujarnya.

Ditanya terkait gelar perkara lanjutan kasus sate sianida, AKP Ngadi menyebut belum ada perkembangan terbaru. Kasus ini telah merenggut nyawa Naba Faiz Prasetya, bocah 10 tahun, anak pengemuidi ojek online (ojol). “Up date belum ada,” sebutnya.

Kendati begitu dikatakan bahwa tersangka Nani boleh untuk dijenguk selama proses penyidikan oleh kepolisian. Sebab, hal itu menjadi hak setiap warga binaan. “Cuma jenguk sudah ada aturannya, bisa baca Dittahti (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti, Red) untuk waktu dan siapa saja yang boleh. Sekarang ditahan di polsek perintis,” jelasnya.

Dipaparkan pula, tidak dibutuhkan surat khusus untuk dapat menjenguk Nani. Namun pihak keluarga harus meminta surat pengantar dari kalurahan setempat. “Kalau surat khusus nggak ada, paling pengantar dari kalurahan setempat mau jenguk,” bebernya.

Sebelumnya, kepolisian terkesan menutupi pengacara Nani. Padahal pengacara itu disediakan oleh kepolisian. Kepada media, kepolisian hanya membekali inisial A. Pengacara berinisial A itu diklaim sudah berkoordinasi dengan Nani. Bahkan sudah ditugaskan untuk menghubungi keluarga Nani.

Namun ketika ditanya apakah ada keinginan keluarga Nani untuk bertemu perempuan yang bekerja sebagai capster salon itu, AKP Ngadi berkelit belum mendapat informasi. Padahal Nani yang beragama Islam sebentar lagi akan merayakan Lebaran. “Belum tahu, belum ada tembusan. Keluarga belum ada menghubungi Polres,” kilahnya. (fat/laz)

Bantul