RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tetap selenggarakan Safari Tarawih. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih terjadwal menghadiri Safari Tarawih di Masjid Al-Amin, Banjarharjo I, Muntuk, Dlingo, kemarin (6/5) malam. Kendati didapati klaster tarawih penularan Covid-19 di Bumi Projotamansari.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan, tujuan utama Safari Tarawih adalah menjalin silaturahmi. Namun, lokasi safari tetap memperhatikan status zona masjid yang didatangi. “Safari Tarawih dilaksanakan, tapi di lokasi zona hijau atau kuning,” jelasnya kepada Radar Jogja kemarin (6/5).

Selain itu, Safari Tarawih dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes). “Semua harus taat prokes,” tegasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul dokter Sri Wahyu Joko Santosa membenarkan adanya klaster tarawih di Murtigading, Sanden. Di mana sampai saat ini, sudah ada 27 warga yang terkonfirmasi Covid-19. “Bermula dari salah satu jamaah masjid yang mengalami gejala tetapi tetap mengikuti kegiatan masjid,” bebernya.
Setelah jamaah tersebut memeriksakan diri ke rumah sakit, hasil swab terkonfirmasi Covid-19 pada Minggu (25/4). Jamaah itu memiliki penyakit penyerta atau komorbit yang mengakibatkannya meninggal pada hari Selasa (27/4).

Dari kasus tersebut, petugas melakukan tracing pada anggota keluarga jamaah terkonfirmasi yang meninggal dunia. Istri jamaah tersebut pun terkonfirmasi Covid-19. Kemudian tracing terhadap jamaah lain di masjid yang sama, didapat 36 kontak erat. “Dites PCR menghasilkan 21 orang positif,” bebernya.
Dari seluruh warga terkonfirmasi yang kontak erat dengan kasus pertama, sebagian besar mengalami gejala. Mereka menjalani isolasi di shelter. Wilayah tempat terjadinya kasus, oleh lurah setempat sudah diberlakukan pembatasan ketat. “Masjid ditutup dan kegiatan warga ditiadakan sampai dengan semua kasus sembuh,” ujarnya.

Dijelaskan, petugas terus melakukan tracing guna menjangkau kemungkinan adanya penularan. Untuk itu, pria yang akrab disapa dokter Oki ini mengimbau, masyarakat menerapkan prokes dalam kegiatan sehari-hari. “Bila sedang sakit atau tidak enak badan supaya segera berobat dan tetap di rumah,” pesannya. (fat/bah)

Bantul