RADAR JOGJA – Satpol PP Kota Jogja mendapati 11 penumpang tidak membawa kelengkapan surat kesehatan seperti surat keterangan bebas Covid-19. Didominasi penumpang berasal dari Jakarta dan Surabaya. Namun, semua penumpang itu tidak bertujuan ke kota Jogja. “Tapi dia hanya turun di sini (Terminal Giwangan) langsung melanjutkan perjalanan ke Klaten dan Solo, tidak ada yang ke wilayah DIJ,” ujar Kepala Satpol PP Kota Jogja, Agus Winarto Senin (3/5).

Jika mendapati penumpang bus bertujuan ke wilayah DIJ, khususnya Kota Jogja, petugas akan segera mengarahkan agar melakukan uji tes kesehatan di layanan yang telah disediakan di Terminal. “Intinya sebelum sampai ke sanak saudara harus ada bukti surat bebas Covid-19,” jelasnya.

Pemantauan ini, kata dia, bakal digalakkan juga hingga terdekat menjelang lebaran. Disamping, pelaksanaan operasi resminya dilaksanakan selama kebijakan larangan mudik 6-17 Mei. Sebab, ini sebagai antisipasi para pemudik beralih menggunakan moda transportasi bus dan dimungkinkan mudik lebih cepat. “Nanti ketika sudah masuk lebaran ya tempat-tempat wisata yang kami sasar,” kata mantan Camat Umbulharjo itu.

Selain di terminal, sweeping acak menjelang lebaran juga dilakukan di potensi tempat-tempat keramaian seperti kawasan Malioboro, Pasar Beringharjo, pusat-pusat perbelanjaan, cafe, maupun restoran yang berpotensi adanya kegiatan buka bersama dengan kerumunan. Pelaksanaan operasi bersifat mobile yang bisa langsung mendatangi sasaran.

Koordinator Satuan Pengelola Terminal Giwangan Jogja Bekti Zunanta menyebut ada kebijakan baru bagi penumpang hendak menggunakan moda transportasi bus harus membawa keterangan surat bebas Covid-19 sejak periode 22 April-24 Mei mendatang. Ditambah kelengkapan surat ketentuan izin perjalanan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) selama larangan mudik 6-17 Mei. “Kalau kedapatan ada yang tidak bawa (surat bebas Covid-19), kami ada layanan tes GeNose dan rapid antigen di terminal,” tambahnya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, upaya monitoring warga dari luar daerah terus dilakukan baik di terminal, pos-pos pemberangkatan bus terutama yang tidak melalui terminal seperti pool bus, hingga destinasi wisata untuk mencegah adanya sebaran Covid-19. Tim gabungan dari TNI, Polri, Pemkot serta organisasi lain juga tengah dibentuknya untuk terlibat pemantauan tersebut. “Kami sekarang ini sedang menyusun langkah-langkah untuk terus memonitor supaya tidak ada kecolongan. Segera lakukan karantina lima hari bagi mereka yang sehat sudah berada di Jogja,” katanya. (wia/pra)

Bantul