RADAR JOGJA – Kasatreskrim Polres Bantul AKP Ngadi memastikan penyidikan kasus takjil maut masih berlangsung. Hingga saat ini pihaknya masih melacak keberadaan sosok R. Sosok ini menurut keterangan Nani Apriliani Nurjaman yang memberikan ide campuran kalium sianida dalam bumbu sate.

Pelacakan diawali dari gawai miliki R. Sayangnya hingga hari ini tidak bisa dihubungi. Nomor gawai yang diberikan oleh tersangka Nani juga tidak bisa dihubungi. Alhasil pelacakan dilakukan dengan penelusuran ke tempat tinggal dan mobilitas sosok R.

“Hari ini, anggota kami sedang bergerak utk memastikan R itu siapa. Karena keterangan dari yang bersangkutan seperti itu, yang kasih ide. Tapi dihubungi handphone sudah mati,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (4/5).

Berdasarkan hasil penyidikan, sosok R cukup intens berkomunikasi dengan Nani. Bahkan dalam keterangan awal, R sempat menaruh hati kepada Nani. Sayangnya Nani lebih memilih sosok T.

Dari keterangan itu juga terungkap Nani kerap curhat kepada R. Hingga akhirnya menumpahkan uneg-uneg hatinya. Lalu R menyarankan Nani memberi pelajaran. Berupa racun sianida yang dicampur dalam sate lontong.

“Dari keterangan NA (Nani), R ini pelanggan biasa. Belum kami dapatkan profesinya apa yang jelas dia pelanggan seperti yang lainnya. Umurnya belum kami konfirmasi. Menurut pengakuan NA (Nani) ya sudah cukup lama juga sebagai pelanggan,” katanya.

Sosok R, memiliki peranan penting. Terutama dalam mengungkap tabir takjil maut. Terlebih Nani menyebut ide awal racun sianida berasal dari R.

Dalam komunikasinya, R meyakinkan bahwa sianida membuat mual dan muntah. Faktanya racun ini justru membuat nyawa Naba Faiz, 10, meninggal dunia. Walau sejatinya sasaran awal dari takjil sate adalah T.

“Itu keterangan dari NA. Yang menyuruh si R memberi pelajaran. Katanya dampaknya hanya mual dan muntah. Tetapi kan enggak tahu itu sebenarnya seperti apa tapi faktanya seperti ini. Itu bukan pelajaran lagi,” ujarnya.

Terkait sosok T, Ngadi mengaku belum melakukan interogasi. Fokus awal kepada tersangka Nani. Terutama atas modus hingga latar belakang kejadian.

Beredar di masyarakat bahwa sosok T dan Nani telah menikah siri. Menanggapi informasi tersebut, Ngadi memilih diam. Hanya saja pihaknya akan mendalami secara bertahap.

“Kalau tentang nikah siri, kami belum dapat informasi itu. Namun, nanti akan kami dalami benar apa tidaknya,” katanya.

Hingga saat ini Satreskrim Polres Bantul telah memeriksa 6 saksi. Tak hanya saksi terkait kejadian tapi juga saksi ahli. Berupa penggunaan kalium sianida dalam campuran bumbu sate.

Pihaknya juga akan meminta keterangan toko penjual kalium sianida. Diketahui bahwa Nani membeli racun tersebut melalui e-commerce. Berupa pemesanan Sodium Sianida seberat 250 gram dan seharga Rp 200 ribu.

“Saksi kurang lebih 5 sampai 6 orang. Masih bisa bertambah tergantung kebutuhan penyidikan. Untuk alamat pengirim barang masih ditelusuri. Hasil penyelidikan sementara belum bisa saya sebutkan,” ujarnya. (dwi/sky)

Bantul