RADAR JOGJA -Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno  memantau langsung vaksinasi massal yang menyasar 1.500 pelaku wisata dan ekonomi kreatif asal Jogjakarta. Berlangsung di Jogja Expo Center hingga Jumat (30/4).

Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi langkah Pemprov DIJ atas vaksinasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya vaksinasi ini merupakan langkah yang sangat strategis. Terutama dalam menekan sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Khususnya agar tidak terpapar dengan gejala berat.

“Secara tidak langsung dapat membangkitkan serta memulihkan ekonomi kita. Kolaborasi dengan Traveloka ini pertama 3 daerah, selain Jogjakarta juga Bali dan Jakarta,” jelasnya usai meninjau vaksinasi di JEC, Senin (26/4).

Pemilihan lokasi vaksinasi tak terlepas dari arahan Presiden Joko Widodo. Untuk memprioritaskan daerah terdampak Covid-19. Khususnya daerah yang perekonomiannya mengalami penurunan pada sektor wisata dan ekonomi kreatif.

Jogjakarta, lanjutnya, memang masuk dalam daftar prioritas. Angka kunjungan wisata relatif lebih baik dibandingkan wilayah lainnya. Walaupun pertumbuhan selama pandinyanya mencapai 45 persen.

“Kalau dilihat dari angka pariwisata turun luar biasa tapi Jogjakarta masih 45 persen atau diatas destinasi lain. Oleh karena itu akan menguatkan prokes, lalu vaksinasi dan 3T ditingkatkan. Dengan vaksinasi semakin terdistribusi maka ekonomi kreatif bisa terealisasikan,” katanya.

Sandi meyakini vaksinasi dapat menjadi salah satu solusi. Terutama kebangkitan ekonomi selama pandemi Covid-19. Setidaknya untuk meningkatkan rasa percaya diri saat beraktivitas luar ruang.

Vaksinasi pelaku wisata dan ekonomi kreatif menyasar 1.500 orang. Targetnya dalam sehari sebanyak 300 mendapatkan suntik vaksin Covid-19. Sektor yang disasar mulai dari industri wisata hingga destinasi wisata.

“Evaluasi yang ada, data Desember 2020 peningkatan okupansi rate sampai 45.3 persen jauh di atas Bali, dengan lama menginap 1.55 hari. Dari juli 2020 sampai April 2021 sebanyak 2,9 juta wisatawan mengunjungi 127 destinasi wisata. Ini bagus, terus inovasi adaptasi dan kolaborasi tapi juga prokes tidak ditinggal,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo memastikan vaksinasi kepada pelaku wisata dan ekonomi kreatif terus berjalan. Tak sendiri, pihaknya juga siap menggandeng pihak swasta. Tujuannya agar pelaksanaan vaksinasi lebih merata dan massif.

Tercatat hingga saat ini sebesar 60 persen pelaku wisata telah menerima vaksin. Hanya saja mayoritas adalah industri perhotelan dan restoran. Sementara angka capaian untuk desa wisata dan destinasi wisata masih kecil.

“Data terus bergerak, tapi dari total 31 ribu pelaku wisata itu kemarin ada 4.000 di kota, 4.000 di Sleman lalu Gunungkidul ada 600. Pemda (Pemprov DIJ) saat ini 2.000 tambah 1.500 hari ini. Akan coba akselerasi agar bisa terpenuhi semua,” katanya.

Jajarannya juga mengandalkan Visiting Jogja sebagai pendataan. Tercatat saat ini 127 destinasi wisata telah beroperasi. Hanya saja jenisnya adalah wisata minat khusus alam bebas. Sementara untuk museum masih memilih untuk tidak beroperasi.

“Tutup karena masih melihat segmen pasar, tapi kalau prokes sudah disiapkan. Karakter memang alam yang tertinggi peminatnya. Wisatawan mengerti menghindari resiko di alam bebas karena ruang terbuka. Disamping alam Jogja memang menarik,” ujarnya. (dwi/sky)

Bantul