RADAR JOGJA – Masjid diperkenankan menggelar kegiatan ibadah. Syaratnya, harus memenuhi protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.
Salah satu masjid yang kembali menggelar kegiatan ibadah adalah Masjid Agung Manunggal Bantul. “Yak, betul sudah menggelar Tarawih,” ucap Ketua Takmir Masjid Agung Manunggal Bantul Saebani dihubungi Senin (12/4).

Demi kelancaran kegiatan dan pencegahan penularan Covid-19, pengurus melakukan pembatasan. Jamaah yang memiliki gejala flu dilarang memasuki masjid. “Yang pilek, batuk, orang tua belum boleh (ikut kegiatan di masjid, Red). Khusus yang sehat betul. Kemudian, tidak ada jabat tangan,” sebutnya.

Selain itu, pengurus melengkapi alat pendukung prokes, seperti thermo gun, dan tempat pencuci tangan. Pengurus membuat shaf berjarak sekitar satu meter. “Juga ada tikar, semua membawa perlengkapan salat sendiri. Tiap Jumat, masjid kami desinfektan. Persiapan sudah dilakukan sesuai protokol kegiatan,” klaimnya.

Diungkap pula, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih direncanakan buka bersama di masjid ini. Di mana masjid turut mengundang sekitar 50 anak yatim untuk diberikan bingkisan dan takjil. “Takjilan, ada mulai besok (sore ini). Bupati akan memberikan pengajiannya, takjil, dan bingkisan kepada anak yatim 50 orang,” bebernya.

Ketua RT 02 Kedung Buweng, Wukirsari, Imogiri, Bantul Ismayaharyanto berencana menggelar takjilan bersama 30 warganya. Takjilan akan digelar di Musala Al-Amin yang biasa digunakan warga setempat. “Kami sudah membentuk satgas, tapi memang yang paling sulit menjaga jarak. Kalau masker, warga sudah tertib,” cetusnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bantul Aidi Johansyah mengatakan, pelaksanaan kegiatan di masjid, termasuk takjilan dilaksanakan dengan jumlah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid. Berikut peserta yang mampu menerapkan prokes seperti menjaga jarak, memakai masker, dan tersedia tempat cuci tangan.

Berdasar Surat Edaran (SE) Bupati Bantul No 451/01184/HUKUM tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadhan Dan Perayaan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021 Pada Masa Pandemi Bencana Nonalam Covid-19, kawasan yang ditetapkan secara epidemiologi berstatus kuning dan hijau dapat menggelar takjilan dan sahur bersama.

Acara dapat dilakukan di tingkat RT dan masjid atau musala. Warga juga dapat memberi sedekah dalam bentuk hidangan takjil secara terbatas khusus untuk tetangga sekitar.

Sementara bagi kawasan yang ditetapkan secara epidemiologi berstatus oranye dan merah tidak dianjurkan menggelar takjilan dan sahur bersama. Tertulis imbauan, agar warga yang tinggal di wilayah ini melaksanakannya bersama keluarga inti di rumah masing-masing. ”Warga tetap diperkenankan bersedekah berupa takjil. Dengan mengantar langsung takjil ke rumah warga yang dikehendakinya,” terangnya (fat/bah)

Bantul