RADAR JOGJA- BMKG Stasiun Klimatologi Sleman Jogjakarta  mengadakan  Sekolah Lapang Iklim (SLI) kepada puluhan petani Bawang di Dukuh Karang Tirtohargo, Kretek, Bantul, Senin (12/4).

SLI bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Kelompok Tani Sumber Mulyo tentang cuaca dan iklim yang berpengaruh pada usaha tani.

Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtyas mengatakan, dalam kegiatan SLI, para peserta akan diberikan dua pokok materi. “Pertama, pengenalan unsur cuaca/iklim dan alat ukur. Kedua, pemahaman informasi prakiraan cuaca,” jelasnya.

Reni menambahkan, untuk pelaksanaan SLI, pertemuan dilakukan secara virtual dan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus mata rantai Covid-19.  SLI ini merupakan kegiatan interaktif menggunakan metode belajar sambil praktek.

“SLI memberikan peran seluas-luasnya kepada para peserta untuk mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dari para pemandu untuk antisipasi dampak iklim ekstrem,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan Dan Perikanan, Bantul, Yus Warseno mengapresiasi kegiatan SLI dari BMKG karena Kabupaten Bantul merupakan daerah agraris. Sebagian besar penduduknya pun bergantung pada sektor pertanian seperti Kapanewon Kretek yang menjadi sentra produksi bawang merah.

“Informasi data iklim sangat penting untuk merencanakan pola tanam, budidaya pertanian dalam meningkatkan produktivitas menurut jenis tanaman,” jelasnya.

Komponen iklim menjadi faktor pembatas produksi   manakala tidak diantisipasi. Bila iklim tidak dikelola dengan baik, petani akan menuai kegagalan.

“Untuk itu, informasi data iklim, terutama komponen curah hujan, suhu, lama penyinaran, dan arah angin bisa menentukan pola tanam, pemupukan, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman,”ujarnya.

Sementara itu Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, komoditi bawang merah sangat menguntungkan bagi petani di Kretek. Cara mensyukuri berkah bawang merah dengan menjaga agar panen jangan sampai gagal.

Inilah alasan kenapa ada Sekolah Lapang Iklim di Dukuh Karang agar memperdalam pemahaman praktis tentang cuaca dan iklim.

Ia pun mengajak para peserta untuk menginstal aplikasi InfoBMKG karena para petani sudah memiliki handphone. “Dari aplikasi tersebut, petani bisa memantau atau membaca data curah hujan, suhu udara, arah angin, dan informasi prakiraan cuaca untuk menyiapkan rencana yang akan dilakukan. Ini penting agar panen tidak gagal,” ujarnya.(sky)

Bantul