RADAR JOGJA – Vaksinasi masal tak bisa asal lagi. Karena stok vaksin Covid-19 yang dimiliki Pemkab Bantul minim. Jumlahnya hanya cukup untuk sekitar dua persen dari total sasaran. Sementara belum ada kejelasan kapan mendapat penambahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bantul Agus Budi Raharja mengungkap, stok vaksin yang tersimpan di dinasnya tak sampai sekitar 5.000 dosis. Sementara sasaran utamanya, adalah lansia dengan jumlah yang diperkirakan mencapai 130 ribu orang. “Hanya (memenuhi, Red) sebagian kecil dari sasaran,” keluhnya sebelum audiensi dengan Bupati Bantul di Joglo Halim, Banjarharjo II, Muntuk, Dlingo, Bantul Kamis (8/4).

Dikatakan, lansia masuk menjadi salah satu kelompok yang diprioritaskan mendapat vaksin. Sebab lansia merupakan golongan yang rentan terpapar Covid-19. Menurut dia, beberapa hari lalu ada notifikasi dari Kemenkes bahwa lansia adalah sasaran yang paling prioritas. Sehingga untuk tahapan ini dimohon untuk diprioritaskan kepada lansia. “Jadi vaksin yang akan dikirim ke kami yang diutamakan bagi lansia,” tegasnya.

Untuk itu, Dinkes Bantul mendistribusikan vaksin ke 27 puskesmas di Bumi Projotamansari. Di mana masing-masing puskesmas mendapat alokasi 100 dosis vaksin. “Hari ini kami distribusikan masing-masing puskesmas 100. Itu dulu yang kami habiskan. Untuk dosis kedua kami enggak mau gambling, njagake kalau sudah dapat alokasi vaksin (tambahan, Red),” tuturnya.

Selain itu, vaksin segera didistribusi lantaran sebentar lagi bulan Ramadhan. Sehingga daya tahan dan energi vaksinator harus diperhatikan. “Jadi mohon bisa segera dilakukan (eksekusi vaksinasi, Red). Apa lagi menjelang puasa ada penyesuaian energi dari kalian semua (nakes yang ditugaskan sebagai vaksinator, Red),” cetusnya.

Meski disadari, distribusi vaksin masih terhambat. Sebab Dinkes DIJ kesulitan mendapat penambahan alokasi vaksin. Akibat alokasi vaksi yang masuk ke Indonesia jumlahnya berkurang. “Kemungkinan pergerakan pemberian vaksin terkoreksi kecepatannya. Notif yang diberikan, vaksinasi dikonsentrasi ke lansia dan guru. Jadi untuk itu kami rapat dengan Sekda dan jajarannya. Bahwa konsentrasi vaksin yang sisa 5.000 kami konsentrasikan untuk lansia. Karena guru sudah dialokasikan,” bebernya.

Terpisah, Asisten Bupati Bantul Bidang Sumberdaya dan Kesejahteraan Rakyat, Pulung Haryadi membenarkan, lansia menjadi kelompok yang diprioritaskan mendapat vaksin. Di mana vaksin sudah didistribusikan di 27 puskesmas. “Supaya penyebaran merata, karena jumlah vaksin sedikit yang divaksin banyak. Maka kami bergerak secara teritorial. Merata di 27 puskesmas,” jelasnya.

Pengajuan permintaan vaksin kembali sudah dilakukan oleh Pemkab. Setidaknya 46 ribu daftar pemohon vaksinasi sudah diserahkan. Dia mengaku, belum ada kabar akan mendapat alokasi kembali. Datangnya bertahap, tidak seketika. “Tinggal pinter-pinter Kabupaten mengatur strategi. Supaya tidak ngeblok (menumpuk di satu lokasi, Red),” ucapnya. (fat/pra)

Bantul