RADAR JOGJA – Seperti sudah menjadi agenda rutin tiap jelang Ramadan, beberapa komoditi harganya mulai naik. Kali ini arga daging dan telur ayam mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan. Siklus ini berlangsung tiap tahun. Lantaran jumlah produksi tetap namun permintaan meningkat.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul Sukrisna Dwi Susanta membenarkan adanya kenaikan harga daging dan telur ayam. Kenaikan terjadi di lima pasar besar, seperti Pasar Piyungan, Niten, Bantul, Pijenan, dan Imogiri. Menurut catatannya di akhir Maret, daging ayam broiler mengalami kenaikan dari Rp 32.600 mejadi Rp 33.400 per kilogram. “Telur ayam naik, kenaikannya tidak signifikan. Naik cuma Rp 250 sampai Rp 500 di akhir Maret,” ujarnya dihubungi Radar Jogja Rabu (7/4).
Naiknya harga beberapa bahan pokok menjelang Ramadhan disebut sebagai siklus tahunan. Sebab permintaan beberapa bahan pokok cenderung naik saat puasa. Tapi produksi barangnya tetap. “Terjadilah hukum pasar, saat permintaan meningkat tapi persediaan tetap, harga juga ikit naik,” jelasnya.

Kendati begitu, bahan pokok lain justru mengalami penurunan. Seperti beras yang mengalami penurunan sekitar Rp 200 sampai Rp 300. “Beras premium turun Rp 200 rupiah dari Rp 9.600 menjadi Rp 9.400 per kilogram. Medium turun Rp 300, dari Rp 9.000 menjadi Rp 8.700 per kilogram,” bebernya.
Selain itu harga cabai juga mengalami penurunan. Harga cabai merah keriting turun dari Rp 43.400 jadi Rp 42.300 per kilogram. Sedangkan cabai rawit merah turun drastis. “Dari Rp 94 ribu, pada minggu terakhir Maret jadi Rp 62 ribu per kilogram,” ucapnya.
Sementara harga daging sapi stabil dengan harga berkisar Rp 120-122 ribu per kilogram. “Alhamdulillah, menjelang puasa harga cenderung stabil. Ketersediaan bahan pokok di pasar dan distributor aman. Sampai lebaran diprediksi, insyaallah aman,” tuturnya.
Radar Jogja menemui salah satu pedagang daging ayam broiler di Pasar Imogiri, Bsntul, Tukiyem. Perempuan 55 tahun ini mengeluhkan kenaikan harga ayam broiler. Sebab jumlah pembeli untuk konsumsi pribadi menurun. “Penjulan jadi semakin sepi, pembeli jadi tinggal pedagang warung atau penjual bakso,” sebutnya.
Kenaikan harga daging terjadi sejak sepuluh hari lalu. Di mana harga daging ayam yang semula Rp 30 ribu per kilogram. Kemudian merangkak naik jadi Rp 38 ribu per kilogram. Sedangkan kenaikan harga telur diungkap oleh pemilik warung kulaan di Wirokerten, Banguntapan, Bantul, bernama Rina. “Saya jual telur Rp 18.800 per kilogram pada 29 Maret. Hari ini (kemarin) Rp 23.000 per kilogram,” ucapnya. (fat/pra)

Bantul