RADAR JOGJA – Jogja Expo Center (JEC) di Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Rau(7/4) “dipadati” orang-orang film. Setidaknya ada 1.056 pekerja film yang datang ke JEC. Ya, mereka bukan sedang syuting atau menggarap film, melainkan menjalani vaksinasi untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19.

SITI FATIMAH, Bantul, Radar Jogja

Lebih dari seribu pekerja film yang divaksin itu terdiri atas para sineas, keluarga, sampai sopir yang pernah terlibat syuting di DIJ. “Kami memberi warning yang sangat ketat, vaksinasi hanya sekali,” tegas salah seorang inisiator vaksinasi, Hanung Bramantyo, saat ditemui saat pelaksanaan vaksinasi Rabu (7/4).
Hanung menyebut sineas harus memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Lantaran vaksinasi yang difasilitasi oleh Pemprov DIJ itu hanya sekali. “Ada yang menawar, masih syuting, bisa nggak reschedule (vaksinasi, Red). Ya syutingnya dong yang reschedule,” cetusnya.
Dikatakan, menjalani vaksinasi berdampak positif bagi industri perfilman. Sebab, sineas yang menjalani vaksinasi akan memberi imej kepedulian. “Dengan vaksin diharapkan masyarakat melihat orang film itu sehat. Meskipun tidak 100 persen sehat. Ada imej, kelompok film sudah vaksin dan sifatnya masal,” ucapnya.

Tercetusnya vaksinasi sineas dipaparkan Hanung, diinisiasi oleh Jogja Film Commission, Paguyuban Filmmaker Jogja, dan dirinya. Lantas direalisasikan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ.
“Ketika saya diundang Butet Kartaredjasa untuk vaksinasi bagi seniman dan budayawan, dari situ saya merasa bersalah. Kenapa hanya saya, yang orang film kebetulan saya disuntik di depan Presiden Jokowi,” sebutnya.
Hanung kemudian menghubungi Gubernur DIJ Hamengku Buwono X untuk menyampaikan gagasan vaksinasi para pekerja film. “Dijawab, wes nggak usah sowan, cukup bikin surat. Langsung sertakan berapa itu orang. Insya Allah difasilitasi, kemudian kami berembug,” paparnya.
Dari hasil diskusi, diperoleh 900 pekerja film aktif di DIJ. Namun muncul kebijakan untuk turut memfasilitasi keluarga dan sopir pekerja film. Hingga terkumpul 1.056 orang yang terdaftar sebagai penerima vaksin. “Belum terverifikasi (ada yang gagal menerima vaksin, Red). Tapi tadi ada anak dapur film, dia mual-mual setelah divaksin. Saya minta untuk pulang tadi,” ungkapnya.
Ketua Jogja Film Commission Suluh Pamuji menuturkan, salah satu kesempatan untuk kembali menyehatkan ekosistem perfilman di DIJ adalah menyegerakan vaksin masal untuk para pelakunya. Untuk lingkup Jogja sendiri, jumlah pelaku perfilmannya ternyata signifikan dan beragam. Tercermin dari hasil pendataan.
“Mereka kami bagi menjadi tiga kelompok dengan jam kedatangan vaksinasi yang berbeda. Tujuannya untuk meminimalisasi kerumunan. Seribu bukan jumlah yang sedikit,” tambah filmmaker sekaligus PIC vaksinasi DS Nugraheni. (laz)

Bantul