RADAR JOGJA- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berkunjung ke DIJ.  Dalam kunjungan kerja kali ini, Teten turut memantau pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DIJ.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mendorong agar pelaku usaha tingkat menengah bawah segera mengikuti program vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Langkah ini setidaknya dapat menjadi jawaban aktivitas di kala pandemi. Wujud preventif tidak bergejala lebih berat jika terpapar Covid-19.

Teten menilai para pelaku usaha memiliki potensi tinggi terpapar Covid-19. Ini karena aktivitas yang cukup tinggi saat bertransaksi. Bertemu dengan beragam orang dengan riwayat perjalanan dan interaksi yang belum jelas.

“Saya kira vaksinasi bagi UMKM ini sangat penting karena kegiatan ekonomi dan pemulihan kesehatan ini harus beriringan sejalan. Pelaku usaha juga banyak berhubungan dengan banyak orang juga akhir-akhir ini menjadi penting,” jelasnya di sela-sela peninjauan vaksinasi di Jogja Expo Center, Kamis (8/4).

Disatu sisi, Teten menyadari ketersediaan vaksin sudah teralokasi. Ini karena telah ada pendataan calon penerima vaksin oleh Kementerian Kesehatan. Walau begitu dia berharap agar pelaku UMKM tetap mendapatkan jatah vaksinasi.

Teten telah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Kaitannya adalah ketersediaan vaksin bagi pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Untuk kemudian pelaksanaannya oleh Dinas Kesehatan di masing-masing provinsi.

“Ya memang kami berkirim surat kepada pak Menkes supaya vaksinasi UMKM turut disediakan. Memang catatannya kan lansia. Tapi Alhamdulillah pak Menkes memberi vaksin kepada kami (UMKM). Sektor-sektor ini dibutuhkan untuk menggeliatkan ekonomi,” katanya.

Teten menilai pelaksanaan vaksinasi di Jogjakarta telah berjalan ideal. Tak hanya teknis tapi juga fasilitas penunjang vaksinasi. Tercatat ada 523 penerima vaksin dari sektor UMKM.  “Tadi saya cek sistemnya sudah cukup bagus, ada pendaftarannya dengan sistem NIK. Terus vaksinasi hingga observasi berlangsung bagus dan protokol kesehatan itu berlangsung baik,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie memastikan vaksinasi kepada pelaku usaha terus berjalan. Khusus untuk UMKM telah menyasar kepada sekitar 35.200 pelaku UMKM. Berdasarkan data Dinas Koeprasi dan UKM DIJ, sasaran penerima vaksin mencapai 300 ribu orang.

Pembajoen menuturkan peran utama vaksinasi pelaku UMKM berada di Pemerintah Kabupaten dan Kota. Ini karena data valid berada di setiap wilayah. Sehingga pemberian vaksin dapat lebih optimal dan tepat sasaran.

“Hari ini sebenarnya kami sifatnya membantu kabupaten kota, Kami mendukung mempercepat vaksinasi. Tercatat 523 sasaran tapi sebenarnya di Jogjakarta sudah menyasar 35.200 pelaku UMKM. Kalau dari total 300 ribu ya ini baru cuma 10 persen,” katanya.(dwi/sky)

Bantul