RADAR JOGJA – Sebanyak 500 abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengikuti  vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tahapan pertama. Seluruhnya menjalani vaksinasi di gedung Jogja Expo Center (JEC), Kamis (8/4).

Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan Nitya Budaya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara memastikan para abdi dalem akan mendapat vaksin. Hanya saja tetap ada skala prioritas. Untuk saat ini terfokus pada abdi dalam lanjut usia (lansia) dan bagian pelayanan.

“Nggih hari ini ada sekitar 500 abdi dalem dan memang diprioritaskan di bagian depan pelayanan. Jadi seperti edukator pariwisata lalu penari dan pelaku seni dan lain sebagainya juga lansia jumlahnya sangat banyak,” jelasnya ditemui usai tinjauan vaksinasi di JEC, Kamis (8/4).

Keraton Jogjakarta, lanjutnya, memiliki sekitar 2.800 abdi dalem. Seluruhnya tersebar tak hanya di dalam benteng keraton. Bahkan adapula yang bertugas di luar Jogjakarta.

Untuk mencapai seluruh abdi dalem, vaksinasi dilakukan secara bertahap. Tahapan awal menyasar abdi dalem lansia, bagian pelayanan wisata hingga penari. Untuk kemudian berlanjut dengan inventarisasi data yang ada.

“Betul bertahap, tapi yang kami prioritaskan yang pariwisata, pelaku seni dan lansia. Ini baru hari pertama, yang ngatri sebenarnya lebih banyak ya sabar menunggu saja,” katanya.

Keraton Jogjakarta sendiri tetap buka selama pandemi. Termasuk para abdi dalem dan pemandu wisata yang mendampingi para wisatawan. Hanya saja tetap berlaku protokol kesehatan secara ketat.

Puteri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X ini tak menampik jumlah abdi dalem lansia di keraton cukup banyak. Termasuk yang bertugas di pelayanan wisata. Alhasil memiliki resiko tinggi terpapar Covid-19. Terutama saat mendampingi wisatawan dari berbagai wilayah.

“Karena di keraton mayoritas di atas 50 tahun malah lebih banyak. Abdi dalem keraton itu banyak yang sudah purna kerja lalu mengabdi di keraton. Banyak juga yang masih muda, tapi mereka second layer vaksinasi,” ujarnya.

Pasca vaksinasi, Bendara berharap kehidupan di dalam benteng keraton perlahan membaik. Tak hanya untuk kegiatan internal tapi juga wisata. Termasuk kembalinya beragam upacara adat di dalam maupun luar benteng keraton.

“Setelah vaksinasi diharapkan semua mulai beraktivitas kembali dengan normal. Paling tidak acara di Keraton bisa diayahi dengan lebih aman tenang. Paling tidak merendahkan risiko penyakit berat akibat corona ini,” katanya.
Salah satu abdi dalem RA Siti Amiroel mengaku tenang setelah vaksinasi.

Setidaknya mampu mengurangi resiko dampak Covid-19 yang lebih berat. Terlebih dia bertugas di Tepas Pariwisata dan Museum.

Menjadi abdi dalem sejak 2004, perempuan berusia 48 tahun ini mengaku cukup terpukul dengan adanya pandemi. Dia dan para abdi dalem lainnya tak bisa beraktivitas dengan tenang. Ini karena potensi terpapar Covid-19 bisa terjadi sewaktu-waktu dan dimana saja.

“Ya divaksinasi paling enggak kan sudah menjaga diri sendiri gitu kan, menambah antibodi. Jadi sebenarnya kami sendiri dari keraton senang sih ada kayak gini. Vaksinasi massal semuanya sehingga ada rasa aman,” ujarnya.(dwi/sky)

Bantul