RADAR JOGJA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sleman memberikan bantuan masker dan sembako bagi Warga Padukuhan Blekik, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, yang sedang menjalankan isolasi mandiri (isoman) klaster takziah, kemarin (1/4). Bantuan ini diharapkan dapat menyuplai kebutuhan sehari-hari warga. Sebab, padukuhan tersebut dalam pengamanan pembatasan kegiatan masyarakat.

“Ada 2.500 masker kesehatan maupun masker kain yang bagikan. Sembako akan diberikan langsung ke posko agar diolah menjadi makanan,” ungkap Ketua Tim Satgas Covid-19 DPRD Sleman Abdul Kadir disela penyerahan bantuan warga Padukuhan Blekik, Kamis (1/4).

Abdul mengaku turut prihatin adanya kejadian luar biasa (KLB) di Blekik. Demikian juga adanya sentilan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, terkait klaster takziah. ”Kejadian ini menjadi pembelajaran bersama bahwa, prokes harus dijalankan dengan tepat,” jelasnya.

Lurah Sardonoharjo Harjuno Wiwoho menyebut, 64 warga sedang menjalani isoman di rumah masing-masing. Mereka, yang menjalani isoman, sebutnya, bukan warga yang terpapar Covid-19. Melainkan mereka yang berkontak erat dengan warga yang terpapar Covid-19 dan hasil swab antibodinya negatif. Sementara ada 44 warga sedang menjalani isolasi di fasilitas kesehatan (faskes) darurat Covid-19, Rusunawa Gemawang dan Asrama Haji.

Saat ini warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Kendati begitu, belum diizinkan keluar dari padukuhan tersebut. Pintu masuk dan keluar dijaga ketat oleh petugas keamanan dan satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 bersinergi dari kabupaten hingga padukuhan. “Kami pantau terus termasuk kebutuhan makan tiga kali sehari,” katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan satgas setempat untuk mendirikan dapur umum khusus Covid-19 di Padukuhan Tempursari. Dapur tersebut dibentuk untuk mencukupi kebutuhan warga selama menjalani isolasi mandiri.

Koordinator lapangan Satgas Covid-19 setempat Zuli Susanto mengatakan, warga yang terpapar Covid-19, masih melakukan isolasi difaskes selama sepuluh hari sejak swab pertama, 24 Maret lalu. Dan dilanjutkan swab kedua pada 25 Maret. ”Kami juga melakukan penyemprotan rutin, di rumah-rumah warga,” imbuhnya. (mel/bah)

Bantul