RADAR JOGJA – Arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Bantul pada 2022 semakin merata. Pun kian massif. Itu, antara lain, ditandai dengan realisasi pembangunan berbasis pedukuhan.
Program yang juga disebut dengan community based initiative programs ini merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih – Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo. Tiap pedukuhan mulai 2022 mendapatkan dukungan anggaran Rp 50 juta.
”Skemanya dengan BKK (bantuan keuangan khusus). Total anggaran yang dialokasikan untuk 933 pedukuhan se-Bantul sekitar Rp 46 miliar,” jelas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantul Ir Isa Budihartomo MT usai Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bantul Tahun 2022 di gedung induk Parasamya Selasa (30/3).

Ada empat sektor yang disasar program ini. Yakni, infrastruktur, lingkungan untuk penanganan sampah, pendidikan anak usia dini, dan kesehatan melalui posyandu. Jadi, tiap pedukuhan bisa mengusulkan program pembangunan di wilayahnya untuk empat sektor itu.
Birokrat yang pernah menjabat kepala dinas pertanahan dan tata ruang ini optimistis kalurahan tidak akan kesulitan dengan program ini. Toh, kalurahan sudah terbiasa menerima dan mengelola program BKK. Pun dengan dukuh. Lantaran ada kelompok kerja (pokja) yang akan memberikan pendampingan.
”Sudah ada guidence-nya. Tinggal eksekusi saja,” tegasnya.
Isa meyakini realisasi program baru ini menopang arah pembangunan di Bumi Projotamansari. Masyarakat bisa langsung merespons ketika pemkab menggagas proyek mercusuar di wilayahnya. Rencana pembangunan Taman Budaya Bantul (TBB) di Pedukuhan Kamijoro, Sendangsari, Pajangan, misalnya. Masyarakat di Kalurahan Sendangsari, Pajangan bisa memanfaatkan anggaran Rp 50 juta untuk menangkap potensi ekonomi pembangunan taman budaya berskala internasional itu.
”Misal, memanfaatkannya untuk mendukung ekonomi lokal,” katanya.
Kendati begitu, Isa menekankan, pemanfaatan program ini harus selaras dengan arah kebijakan pemkab. Agar visi-misi yang dicanangkan bupati-wakil bupati bisa terealisasi.
Dalam kesempatan itu, Isa juga menyinggung pemkab memiliki program premium dan program strategis dalam RKPD 2022. Di antara program premium adalah Gemar Canting (Gerakan Masyarakat Sadar Gizi Cegah Stunting), Gelang Kembang (Gerakan Penunjang Kreativitas dan Tumbuh Kembang Anak), dan Pelataran (Pelayanan Terpadu Antara Masyarakat dan Pemerintahan). Selengkapnya lihat grafis.
Menurut Isa, program premium bertujuan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Pelaksanaannya melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).
”Karena impact-nya besar, sehingga harus dikerjakan kolaboratif,” ingatnya.
Lalu, apa saja yang masuk program strategis? Isa menyebut kesehatan, merdeka belajar, ekonomi, dan kesejahteraan. Bedanya, program ini hanya melibatkan satu hingga dua OPD.
Berbagai upaya dalam program premium maupun strategis ini diperlukan lantaran kualitas SDM masuk dalam permasalahan pembangunan. Melalui program-program ini, Isa pun optimistis pembangunan kian terarah.
”Ini sekaligus merupakan implementasi money follows program,” ucapnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memprediksi pandemi Covid-19 bisa teratasi pada 2022. Hanya, dampaknya masih terasa. Karena itu, Halim meminta program yang diusulkan pada 2022 harus bersifat integratif dan menyeluruh. Itu untuk mendorong pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat.
Halim menyebut persoalan yang membutuhkan penanganan secara terintgrasi, antara lain, kualitas pendidikan, tenaga pendidik yang belum merata, ketimpangan wilayah dan pendapatan, tingginya angka kemiskinan. Juga kualitas industri kreatif belum optimal, tingginya alih fungsi lahan pertanian serta pelayanan publik dan penanganan bencana yang belum maksimal.
Musrenbang RKPD Kabupaten Bantul Tahun 2022 yang mengambil tema Penguatan Produk Unggulan yang Didukung SDM dan Infrastruktur Berkelas itu juga dihadiri, antara lain, Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo, Sekretaris Daerah Helmi Jamharis, dan Asisten Bidang Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Pulung Haryadi.
Forum yang diselenggarakan hybrid itu juga menyerap usulan-usulan program dari berbagai stakeholder. (zam)

Bantul