RADAR JOGJA – Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Sleman memiliki beragam wisata desa. Sebelas potensi padukuhan didorong untuk bangkitkan badan usaha milik desa (BUMDes) bernama 5758, kepanjangan dari Maju Mapan.

MEITIKA CANDRA LANTIVA, Sleman, Radar Jogja

Cikal bakal BUMDes 5758 Kalurahan Tamanmartani bergerak di bidang sampah. Mulai 2012, sampah dikelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Sampah diresidu. Ada yang dijual dan diolah menjadi kerajinan bernilai tinggi. Sisanya dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. “Pengelolaan sampah ini jadi potensi desa,” ujar Direktur BUMDes 5758 Tamanmartani Yani Purwanto ditemui Minggu (28/3).
Selanjutnya, muncul potensi-potensi baru di sembilan padukuhan. Apabila diurutkan dari utara, yang pertama adalah Cageran Edupark yang berada di Padukuhan Cageran. Fungsinya sebagai wisata edukasi anak-anak, seperti wahana permainan jelajah sungai di aliran Sungai Opak yang mengarah ke Kabupaten Klaten. ”Karena letaknya di wilayah perbatasan,” jelasnya.
Selain itu ada pertanian organik, kelompok kandang sapi. Memperkenalkan beragam jenis tanaman kepada anak-anak sembari bermain air. “Kedua, wisata Sungai Opak Tujuh Bulan. Lokasinya di Padukuhan Dalem,” ungkap dia membeberkan satu persatu potensi padukuhan.
Ke selatan, ada kafe jamu kebon di Padukuhan kebon, selatan padukuhan ini. Di sini, pengunjung bisa meracik jamu tradisional. Sementara di Padukuhan Tamanan, potensi unggulannya nguri-uri budaya jawi, mementri wiji, nembang macapatan dan unggah ungguh adat jawa (budi pekerti). Cara berbicara anak dengan orang tua, sebaya dan lain-lain. Adapula budaya kenduri. Tamu diajak masak dan makan bareng. “Kalau produk unggulannya dawet pakai alovera lidah buaya,” kata dia.
Disebutkan di Padukuhan Jogkangan, obwis unggulan yakni Taman Raja Balitung. Sebab terdapat petilasan cerita Candi Kedulan dan Trowulan. Lalu ada Sendang Gilang dan ada situs candinya. Disini terdapat mata air yang tidak pernah surut. Alirannya sampai ke bawah dimanfaatkan untuk pengairan sawah. ”Makanan khasnya, jenang tujuh rupa dan pasar tradisional yang digelar sepekan sekali setiap minggu pagi,” terangnya.
Dijeaskan potensi wisata-wisata tersebut tergabung dalam ikatan paguyuban wisata Kalurahan Tamanmartani. Tahun ini, seiring dengan kepengurusan baru dan evaluasi dari tahun sebelumnya, wisata desa masuk bagian BUMDes. ”Meski saat ini BUMDes belum mampu menyumbangkan hasilnya untuk PADes Sleman,” katanya.
Harapannya wisata desa Tamanmartani ke depan semakin populer dikancah mancanegara. Bekerjasama dengan candi prambanan untuk mendulang kunjungan pariwisata. Tantangannya, meningkatkan sinergitas dan swadaya masyarakat. “Potensi ini tidak dibuat-buat, melainkan asli muncul dari masyarakat,” tandasnya. (bah)

Bantul