RADAR JOGJA – Aparat kepolisian membekuk pria berinisial LI,43, setelah menodongkan pistol mainan terhadap kasir sebuah toko di Jalan Pure 191 RT 09, Sorowajan, Banguntapan, Bantul, Rabu (17/3). Dari toko tersebut, pelaku menggondol uang sebanyak Rp 1 juta.

Dalam ungkap kasus yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Bantul, LI mengaku nekat melakukan aksinya karena tekanan ekonomi. Dia berdalih sedang dalam kondisi sakit dan tidak bisa bekerja sehingga pendapatan berkurang. “Saya tidak bekerja lama karena tidak punya uang, setelah di toko saya secara spontan melakukan itu,” ucap LI dihadapan awak media Jumat (19/3).

Pria yang biasa bekerja sebagai tukang potong ayam itu, melancarkan aksinya dengan membawa pistol mainan milik anaknya. Akibat ulahnya, warga Banguntapan, Bantul ini harus berurusan dengan pihak kepolisian.
KBO Reskrim Polres Bantul, Iptu Sutarja menjelaskan, pemerasan terjadi pada Sabtu (6/3) sekitar pukul 10.49. Pelaku datang ke toko kelontong dengan berpura-pura akan membeli sesuatu. Setelah melihat kondisi lokasi sepi, pelaku melancarkan aksinya.

Awalnya, LI mendekati kasir dan sengaja menunjukkan gagang pistol yang disembunyikan di balik jaketnya. Hal itu bertujuan untuk menakut-nakuti korban yang ketika itu sedang bertugas, Sekar Pratiwi,18. “Pelaku mengancam dan berkata tok ke kabeh duite (keluarkan semua uangnya),” paparnya.
Karena takut, Sekar pun memberikan sejumlah uang yang ada di kotak penyimpanan uang. Uang senilai Rp1 juta milik toko terpaksa diberikan. ”Karena korban yang juga perempuan ini takut jika ditembak,” ujarnya.

Dijelaskan, peristiwa ini sempat membuat geger wilayah Sorowajan. Akhirnya korban dan sejumlah warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Banguntapan. Aparat melakukan penyelidikan dengan mencari petunjuk melalui closed circuit television (CCTV) yang ada di lokasi kejadian. Berbekal petunjuk CCTV, petugas menangkap pelaku di rumahnya. ”Ditangkap tanpa perlawanan dan kami gelandang ke Mapolres Bantul untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Atas perbuatannya, LI disangkakan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman penjara paling lama sembilan tahun. (fat/bah)

Bantul