RADAR JOGJA – Instruksi Bupati (Inbup) Bantul No 7/2021 tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Bantul untuk Pengendalian Persebaran Covid-19, mengizinkan kegiatan seni kembali digelar. Di mana pada poin ke-8 tertulis, pentas seni atau hiburan yang tidak melibatkan banyak orang dan tidak menimbulkan kerumunan dapat disajikan selama kegiatan berlangsung.

Kendati begitu, pengelola objek wisata (obwis) belum menggelar kembali atraksi wisata untuk menggaet pengunjung datang. “Kami belum menggelar kembali atraksi wisata di Mangunan,” ungkap Ketua Koperasi Notowono Mangunan, Dlingo, Bantul, Purwo Harsono dihubungi Radar Jogja kemarin (16/3).

Keputusan untuk belum menggelar kembali atraksi wisata mempertimbangkan belum dicabutnya kebijakan PPKM. Selain itu, pengelola menerapkan aturan jam operasional, maksimal buka sampai pukul 20.00. “Kebetulan yang kami kelola adalah kawasan DIJ. Info yang bupati memperbolehkan (Inbup Bantul No 7/2021, Red), kami juga baru dengar sekarang,” ujar Ipung, sapaan akrabnya.

Sejauh ini, pengelola hanya menggalakkan semua obwis di kawasan Mangunan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Seperti mengimbau wisatawan menggunakan masker. Berikut mengukur suhu tubuh pengunjung, mencuci tangan, dan mencatat ketua rombongan sebelum masuk obwis. “Supaya kalau terjadi yang tidak diinginkan bisa segera dihubungi,” jelasnya.

Diharapkan pula penerapan prokes dapat memberi rasa aman terhadap wisatawan, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir saat berkunjung. Pengelola pun menyediakan ruang isolasi dan terhubung dengan puskesmas terdekat bila terjadi kedaruratan.

“Untuk atraksi belum bisa jalan. Beberapa inovasi yang dilakukan sebelum Covid-19 seperti gejog lesung, belum bisa pulih. Penampilan musik juga kami jalankan,” bebernya.

Dukuh Wunut, Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Sugianto pun sama. Bersama warganya, pria 48 tahun itu hanya dapat merawat seni dan budaya yang ada di kampungnya secara mandiri. Sebab belum bisa tampil untuk menghibur wisatawan yang datang di Obwis Srikeminut. Mereka belum berani menggelar atraksi seni dan budaya yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Kami masih menjaga kesenian seperti karawitan dan gejog lesung. Biasanya yang minta ditampilkan (atraksi wisata, Red) wisatawan dari luar. Kami juga sudah agak lama punya tamu dari Amerika dan Korea,” sebutnya.

Sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berharap kegiatan seni dapat kembali bergeliat setelah vaksinasi. Kendati kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) belum dicabut. “Sekarang boleh (digelar, Red) pertunjukan terbatas. Mulai kami longgarkan, seiring vaksinasi yang semakin meluas,” sebutnya.

Halim pun mengimbau pelaku seni untuk segera mendaftarkan diri atau kelompoknya kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul. Supaya mendapat alokasi dosis vaksin CoronaVac. “Bagi seniman dan budayawan bisa menghubungi Dinkes. Karena pelaku seni banyak berhadapan dengan publik,” tandasnya. (fat/laz)

Bantul