RADAR JOGJA – Guna memastikan seluruh program dan bantuan berjalan sesuai aturan, Kalurahan Tamanan, Kapanewon Banguntapan, Bantul, mencetak peta dan dibagikan kepada sembilan padukuhannya. Selain itu, peta tersebut sebagai edukasi terhadap warga terkait status wilayahnya.

Lurah Tamanan Hartoyo menjelaskan, melalui pemetaan, penanganan masalah dan bantuan menjadi lebih mudah. Sebab petugas menandai lokasi penerima bantuan di dalam peta. “Kalau bantuan jalan, nanti dikasih warna merah. Kalau warna hijau untuk pondasi,” paparnya ditemui di kantornya Senin (15/3).

Dia mengklaim dengan cara tersebut bantuan dapat terdistribusi merata. Baik bantuan yang digelontorkan dari kalurahan atau kabupaten. “Saya memantaunya enak, kalau semua sudah ada peta,” jelasnya.

Pemetaan dapat memfungsikan letak lokasi wilayah prioritas penerima bantuan. Bila sudah tindai, artinya sudah menerima bantuan. Sehingga, untuk pemberian bantuan wilayah selanjutnya berdasarkan pemetaan. ”Kalau nggak ada peta, bisa saja sudah dicor, malah dicor lagi. Jadi bantuan tidak merata,” cetusnya.

Melalui peta, warga pun dapat mengetahui lokasi khusus di wilayahnya, seperti letak sawah kas, sawah lungguh, dan sawah pengarem-arem. Peta juga memuat informasi alih fungsi tanah menjadi fasilitas publik. Seperti dijadikan pos kamling, gudang, atau masjid. “Itu nanti tandai, kalau dipakai warga. Termasuk tanah kas yang (akan, Red) disewa, kiri dan kanan agar diketahui,” jelasnya.

Mendampingi keberadaan peta, pengawasan dilakukan dengan bantuan Tim 11. Tim ini dibentuk oleh Kalurahan Tamanan guna memastikan bantuan digunakan sesuai aturan. Selain itu, tim ini memastikan pekerjaan yang tertunda dilaksanakan pada periode selanjutnya.

Pelaksanaan bantuan didampingi pula oleh Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) Tamanan. Di samping itu, lurah juga tetap turun langsung dalam pertemuan warga. Seperti turut dalam perkumpulan padukuhan dan memastikan bantuan dan kebijakan berjalan dengan benar dan dijalankan sesuai aturan. “Jadi tiap padukuhan ada tiga pengawas,” sebutnya.

Kaur Pangripta Muarifin menambahkan, petugas membuat beberapa peta tematik, terkait kewilayahan Kalurahan Tamanan. Salah satunya yang sedang dikerjakan adalah peta tematik kebencanaan. “Kami kerjasama dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tamanan dalam pembuatannya,” ungkapnya. (fat/bah)

Bantul