RADAR JOGJA – Masa kadaluarsa vaksin Sinovac hampir habis, membuat sejumlah pihak bergerak cepat. Salah satunya adalah Dinas Kesehatan Bantul. Upaya vaksinasi terus dilakukan dengan target sasaran yang berbeda.

Sekretaris Daerah Pemkab Bantul Helmi Jamharis memastikan vaksin tetap layak suntik. Ini karena pihaknya terus melakukan pengecekan kelayakan vaksin sebelum penyuntikan. Diketahui bahwa masa kadaluarsa vaksin ini adalah Mei 2021.

“Petugas tentu tidak akan memberikan yang sudah kadaluarsa, karena ini kaitannya kesehatan warga. Tapi dalam ranah ini kami hanya menerima barang saja, tapi kalau kadaluarsa tentu tetap menjadi perhatian kami,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/3).

Dia meminta warga tetap mengikuti program vaksinasi. Terkait masa kadaluarsa, dia memastikan dalam pemantauan ketat. Bahkan apabila wadah vaksin rusak, maka vaksin tidak ikut disuntikan.

Majunya masa kadaluarsa vaksin Sinovac pasca datangnya surat dari PT. Biofarma Bandung Jawa Barat. Tertuliskan bahwa vaksin buatan Tiongkok tersebut akan kadaluarsa Mei 2021. Pemberitahuan ini berlaku di seluruh Indonesia.

“Tidak perlu khawatir, kami akan pastikan vaksinasi akan selesai sebelum masa pemberlakuan vaksin,” katanya.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan saat ini ada sekitar 12.000 dosis tersisa. Seluruhnya tersimpan di gudang farmasi milik Dinkes Bantul.

Jumlah vaksin tersebut bisa disuntikan kepada 6.000 orang.
Terkait surat, diakui olehnya datang beberapa hari lalu. Isi surat tersebut menyatakan bahwa PT. Biofarma merevisi masa kadaluarsa vaksin Sinovac. Tepatnya memperpendek masa penggunaan vaksin.

“Beberapa hari lalu kami terima surat dari Biofarma yang merevisi atau memperpendek masa kadaluarsa vaksin. Cuma yang di Bantul itu kadaluarsa Mei, jadi kami habiskan di Maret dan April,” ujarnya.

Upaya mempercepat vaksinasi terus dilakukan. Prioritas utama adalah menyelesaikan vaksinasi organisasi perangkat daerah (OPD). Menyusul kemudian para pamong Kalurahan dan para guru.

Ada lima OPD di Pemkab Bantul yang menjadi prioritas penyelesaian vaksinasi. Ini karena kelima OPD tersebut sebelumnya belum terdaftar sebagai penerima vaksin. Sedangkan untuk guru lebih diprioritaskan kepada guru jenjang Sekolah Dasar.

“Total ada sekitar 6.642 orang yang akan menerima vaksin. Kami upayakan Minggu ini mulai, sehingga selesai lebih cepat,” katanya. (dwi/sky)

Bantul