RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memprioritaskan guru sekolah dasar (SD) sebagai penerima vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan data terbaru setidaknya ada 5.813 guru yang sudah terdaftar. Seluruhnya akan divaksinasi dalam waktu dekat.

Kasi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Bantul Abednego Dani Nugroho memastikan para guru masuk dalam skala prioritas. Hanya saja pelaksanaannya tetap bertahap. Seperti diawali dari guru SD lalu berlanjut ke jenjang berikutnya.

“Guru masuk dalam skala prioritas vaksinasi. Selain itu ada aparatur sipil negara dan para pamong desa. Ini merupakan target sasaran dalam vaksinasi tahap kedua,” jelasnya, Senin (15/3).

Penerapan berjenjang ini juga terkait ketersediaan vaksin. Diketahui bahwa jumlah vaksin Sinovac yang tersisa adalah 12.000. Jumlah tersebut dapat digunakan untuk vaksinasi kepada 6.000 orang. Disatu sisi vaksin asal Tiongkok ini akan kadaluarsa Mei 2021.

Kendala lain adalah jumlah guru di Kabupaten Bantul. Hingga saat ini baru terdaftar untuk jenjang SD. Sayangnya untuk jenjang pendidikan ini juga belum terdata seluruhnya.

“Kami memahami bahwa banyak masyarakat yang ingin segera divaksin. Tetapi kendalanya adalah keterbatasan jumlah vaksin, sehingga kami harus menyusun skala prioritas,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko memastikan pendataan guru terus berjalan. Tercatat saat ini ada 14.270 guru yang terdaftar sebagai penerima vaksin dari berbagai jenjang. Sementara untuk guru SD terdata sebanyak 5.813 guru.

Pihaknya meminta sekolah-sekolah mendata gurunya secara valid. Tujuannya agar seluruh tenaga pengajar di Kabupaten Bantul telah tervaksinasi. Terlebih pembelajaran tatap muka ditargetkan mulai Juli.

“Kami sudah ada infonya, nanti baru ada rapat koordinasi. Pokoknya guru yang tugas di Bantul diprioritaskan. Kalau sudah vaksin, guru memiliki imunitas yang tinggi. Sehingga bisa mengajar dengan nyaman saat bertemu muridnya Juli mendatang,” ujarnya. (dwi/sky)

Bantul