RADAR JOGJA – Moh Yunus,46, ditangkap aparat Polres Sleman, setelah melakukan aksi penipuan. Pria yang mengaku sebagai anak kiai ini memperdaya korban dengan keahlian menggandakan uang.

Pria yang akrab disapa Gus Bahar ini dipolisikan karena berjanji akan menggandakan uang hingga Rp 2,2 miliar. Dia ditangkap pada 4 Maret lalu, di kamar kosnya di daerah Banguntapan, Bantul.

Kanit Reskrim Ipda Yunianto Kukuh Prabowo menceritakan, kejadian bermula seorang teman hendak meminjam uang kepada korban, warga Sleman. Dimana, uang tersebut akan digandakan kepada orang pintar.

Mendengar pernyataan itu, korban justru tertarik menggandakan uangnya. Lalu korban meminta agar dipertemukan kepada Gus Bahar.

Korban dan suaminnya, menemui pelaku di Kopi Klotok di Jalan Kaliurang, Pakem, 26 November 2020 lalu. Mereka tertarik iming-iming pelaku hingga korban menyerahkan uang tunai senilai Rp 10 juta. “Untuk digandakan menjadi Rp 2,2 miliar,” ungkap Yunianto dalam jumpa pers di Mapolres, Sleman, Selasa (9/3).

Selanjutnya, pelaku kembali meminta uang, guna membeli perlengkapan ritual menggandakan uang. Tak menaruh rasa curiga, korban menstransfer sejumlah uang ke nomor rekening atas nama pelaku. Secara bertahap total uang yang diberikan pelaku mencapai Rp 14.925.000.

Selang beberapa hari, pelaku meminta kepada korban untuk menyediakan kamar khusus di rumah koran, untuk melakukan ritual. Namun setelah ditunggu-tunggu, pelaku tak kunjung datang dan tidak dapat lagi dihubungi. “Hingga korban sadar dirinya telah tertipu,” ucapnya.

Saat beraksi, pelaku berpenampilan layaknya ulama. Menggunakan peci dan berbaju panjang. Rupanya aksinya ini sudah dia lakukan sejak 2017. Modusnya sama, menggandakan uang yang berujung penggelapan. Tiga orang sudah menjadi korban. Salah satunya dari Bantul. “Uangnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan saya sama bersenang-senang. Saya tidak bekerja,” aku Bahar.

Polisi telah mengantongi sejumlah barang bukti. Atas perbuaannya, Bahar dikenakan pasal 378 KUHP Pidana perkara tindak pidana penipuan ataupun penggandaan uang dengan penjara maksimal empat tahun. (mel/bah)

Bantul