RADAR JOGJA – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih yakin bisa merealisasikan janji politiknya tahun ini. Salah satunya untuk memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta per tahun terhadap 993 padukuhan di Bantul. Kendati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul 2021 sudah berjalan.

“Belum bisa terealisasi tahun ini (pemberian bantuan kepada dukuh sebesar Rp 50 juta per tahun, Red), karena APBD sudah berjalan sudah dua bulan,” ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bantul Trisna Manurung dihubungi Radar Jogja Minggu (7/3).

Untuk dapat mengucurkan bantuan, penganggaran disebut harus melalui proses perencanaan. Sehingga tidak bisa serta merta digelontorkan. Karena semua proses penganggaran sudah dilalui dengan proses perencanaan. “Tidak bisa serta merta atau ujug-ujug dianggarkan,” jelasnya.

Kendati begitu, Trisna menyebut, janji politik Halim saat kampanye Pilkada 2020 itu sudah masuk dalam perencanaan APBD 2022. “Tapi kalau 2022, dari sisi perencanaan sudah kami anggarkan,” sebutnya.

Kemampuan Pemkab Bantul untuk tetap menggelontorkan bantuan, harus menilik asal pendapatan dan belanja daerah. Di mana Bumi Projotamansari masih sangat bergantung pada penerimaan transfer dari pemerintah pusat. “Kalau misal Rp 50 juta per dukuh itu kemudian menjadi belanja prioritas tentu pasti bisa. Kalau menjadi belanja prioritas akan dilaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, Halim mengatakan akan segera tindak lanjut dari janji politiknya. Dia akan bergerak cepat untuk menyusun koridor hukum penyaluran bantuan Rp 50 juta per padukuhan. “Bagaimana bantuan padukuhan ini bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan kegiatan yang dapat mendorong pencapaian indikator kinerja utama Bupati dan Wakil Bupati,” ucapnya.

Bantuan dapat digunakan untuk menangani empat masalah pokok. Di antaranya, penanganan permasalahan pendidikan anak usia dini (PAUD), posyandu, pengelolaan sampah, dan infrastruktur padukuhan. Dibatasai hanya empat hal, karena dalam empat hal itu merupakan urusan wajib, baik wajib dasar maupun non-dasar. Selain itu Rp 50 juta yang di ransfer ke kalurahan untuk padukuhan itu tidak mungkin dimanfaatkan untuk segala urusan. “Maka kami berikan ke empat hal itu,” urainya.

Diharapkan, bantuan dapat dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu, Halim membutuhkan dukungan lurah. “Kami minta kerjasama yang baik dari konco lurah, agar kampung dan padukuhan menjadi lebih sehat, aman, nyaman, dan anak-anak lebih cerdas,” pintanya.

Pentingnya bantuan segera terdistribusi juga dikarenakan ketimpangan penyaluran bantuan selama beberapa tahun terakhir. Di mana terdapat satu kalurahan yang mendapat bantuan miliaran. Sementara lainya hanya mendapat sekitar Rp 230 juta. “Karena semua padukuhan menerima Rp 50 juta. Duwite terjamin. Tinggal lurah menyiapkan proposal,” tegasnya. (fat/pra)

Bantul