RADAR JOGJA – Paguyuban Pelaku Pariwisata Pantai Parangtritis (P4) berinisiatif melakukan aksi bersih pantai. Setelah mendapat sorotan mengenai banyaknya sampah yang berserakan di objek wisata kebanggaan Bumi Projotamansari itu. Melalui aksi ini pun diketahui, tingkat kesadaran wisatawan akan kebersihan lingkungan minim.

Dalam pembersihan ditemukan, 95 persen sampah berupa plastik yang ditinggal wisatawan. “Karena ada bekas tempat makanan seperti mi, minuman, dan snack yang diambil teman-teman pelaku pariwisata dalam kegiatan ini,” sebut Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul Markus Purnomo Adi Jumat (5/3).

Dijelaskan, Dinpar memiliki keterbatasan personel untuk selalu menjaga kebersihan obwis. Di mana sepanjang Pantai Parang Endog-Parangtritis-Parangkusumo hanya terdapat 12 petugas kebersihan. “Dari luas pantai yang mencapai enam kilometer, yang menangani kebersihan hanya 12 orang. Jadi wisatawan harus sadar (menjaga kebersihan, Red) sampah. Harapannya, ketika membawa sesuatu, mohon untuk dibawa kembali atau minimal ditempatkan di tempat sampah. Tidak ditinggalkan,” harapnya.

Inisiatif Paguyuban P4 yang mengajak elemen masyarakat untuk membersihkan pantai pun diapresiasi. “Harus selalu didukung dan ditumbuhkan di mana pun. Kegiatan ini juga kami sebarkan ke teman-teman pelaku wisata di wilayah barat, seperti Pantai Goa Cemara dan Pantai Baru. Artinya, mari menjadi kegiatan bersama,” ajaknya.

Sekretaris Dinpar Bantul Anihayah menambahkan, aksi Paguyuban P4 menjadi momentum yang sangat berharga bagi Dinpar. Untuk itu diharapkan sinergi berjalan lebih. “Dinas sangat bangga, dari Paguyuban P4 unsur yang bersatu padu membersihkan objek wisata,” ucapnya.

Pengurus Paguyuban P4 Amin mengatakan, kegiatan ini akan rutin dilakukan. Mengingat cuaca yang masih musim penghujan, di mana pantai kerap mendapat kiriman sampah dari aliran sungai. “Saat ini baru darurat sampah. Over, kalau sedang musim banjir. Insya Allah akan kami atur. Rencana kemarin agendanya tiap hari Jumat. Tapi kami lihat kondisi pantai juga seperti apa. Kalau misal sampah sudah menipis, kami lakukan dua minggu sekali atau sebulan sekali,” katanya.

Amin pun mengaku senang kegiatannya didukung berbagai elemen seperti kepolisian, TNI, FPRB, dan pemerintah terkait. “Jadi kami selaku pengurus Paguyuban P4 berinisiatif untuk menggerakkan elemen yang ada di sini,” sebutnya.

Ia juga turut menyesalkan minimnya kesadaran wisatawan. Sebab, wisatawan kerap meninggalkan sampah di obwis. “Kadang pengunjung juga tidak sadar wisata. Jadi banyak sekali pengunjung yang membawa makanan ke pantai, lalu meninggalkan tempat begitu saja,” keluhnya. (fat/laz)

Bantul