RADAR JOGJA – SOPIR armada yang mengakut sampah ke TPST Piyungan mengaku merasa dirugikan. Laamanya waktu bongkar muat, ternyata dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Salah seorang sopir armada yang namanya enggan dikorankan menyebut, ada oknum operator yang melakukan pungutan liar (pungli). Pungli tersebut, untuk dapat membongkar muatan di TPST Piyungan. “Kulo wingi, onten pungutan. Dados tiang sopir, setunggal Rp 20 ribu, niku sampun pinten juta mawon.

Supaya sanget mbuang niku (Saya menjumpai adanya puli. Jadi tiap sopir dimintai uang Rp 20 ribu, itu kalau dikumpulkan sudah berapa juta. Untuk dapat membuang sampah),” ungkapnya saat menyampaikan aduan di Balai TPST Piyungan Rabu (3/3).

Hal itu dianggap olehnya meresahkan. Dia pun meminta petugas dari TPST Piyungan melakukan penertiban. “Saking kantor, nyuwun kebijakan mriki. Mangkane wonten sing kesupen, kula aturke njenengan. (Saya minta kebijakan dari petugas. Karena ini luput dari perhatian, saya laporkan ke pada petugas) Kalau dipunguti, kasian supir. Belum bayaran,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, koordinator petugas lapangan TPST Piyungan Syaiful mengaku baru tahu hal tersebut. ”Belum ngecek,” ucapnya singkat. (fat/bah)

Bantul